Cegah Kerumunan, Diskusi Menyongsong Abad Kedua NU Digelar Online

oleh -27 Dilihat

Surabaya, (jatimterkini.com) – Pengabdian Nahdlatul Ulama (NU) memasuki abad kedua. Menyongsong lamanya pengadian tersebut, NU Kota Surabaya menggelar diskusi secara hybrid. Pesertanya dibatasi. Tujuannya, mencegah kerumunan.

 Peserta juga diwajibkan patuh protokol kesehatan (prokes). Seperti memakai masker, mencuci tangan sebelum memasuki ruang acara, serta menjaga jarak tempat duduk. Meskipun secara hybrid dan narasumber dihadirkan online, tidak menyurutkan semangat para peserta yang hadir secara offline.

Tempat duduk peserta juga diatur. Seluruhnya berjarak, tak sampai berkerumun. “Peserta juga bisa mengikuti diskusi dari rumah secara online,” kata Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya, Prof. Muhammad Nuh, Selasa (14/12).

Diskusi ini merumuskan sejumlah poin terkait masa depan organisasi NU dalam seratus tahun ke depan. “Tahun ini, menjadi momentum mengakhiri 100 tahun NU yang pertama. Kami bersyukur, tidak banyak organsiasi yang bisa bertahan hingga 100 tahun,” katanya.

Dalam pengembangan NU, dibutukan berbagai faktor geostrategis. Salah satunya, bonus demografi yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, transformasi digital wajib dimanfaatkan. “Sejarang ini eranya era digital, sehingga perlu mengadopsi kekuatan dari digital teknologi ini,” pungkasnya. (bambang wiliarto)