JatimTerkini.com
Headline JTSidoarjoTerkini

Paguyuban Purnawirawan Labfor Polri Gandeng Mafindo Gelar Talkshow Perlindungan Data Pribadi

Mafindo bersama Paguyuban Purnawiran Labfor Polri gelar Talkshow. Foto: ist

Surabaya-JATIMTERKINI.COM: Mafindo Sidoarjo berkolaborasi dengan Paguyuban Purnawirawan Laboratorium Forensik POLRI Cabang Surabaya menggelar Talkshow Literasi Digital yang bertajuk “Pelindungan Data Pribadi Bagi Lansia” bertempat di Graha Mahameru Jemursari.

Sebagai digital immigrant, lansia lahir dalam situasi di mana media digital belum ada. Kemudian, mereka harus ramai-ramai pindah ke dunia yang sepenuhnya digital. Kebiasaan maupun budayanya, jelas sangat berbeda. Perhatian terhadap permasalahan warga lansia dalam penggunaan media digital sangat rendah. Program peningkatan kapasitas literasi digital sebagian besar tercurah pada kaum muda, kalangan profesional, atau kelompok produktif lainnya. Warga lansia kerap menjadi target terakhir dalam gerakan literasi digital, baik di level lokal maupun nasional.

Dalam keadaan dilematis seperti ini, warga lansia akhirnya kerap menjadi sasaran penyalahgunaan perangkat digital. Hambatan interpersonal, struktural dan fungsional menjadikan warga lansia rentan terhadap ekses negatif dunia digital.

Mereka gagal melindungi perangkat, data pribadi, dan privasi karena memang tidak memiliki kemampuan dan tidak ada pendampingan atau menjangkau mereka untuk meningkatkan kapasitasnya. Ancaman penipuan, hoaks, dan hasutan kebencian juga ada di hadapan mereka. Sehingga kita membutuhkan program pemberdayaan lansia di dunia digital yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini didedikasikan untuk memajukan literasi digital dan berpikir kritis khususnya bagi lansia guna mencegah kebocoran data, mengenali ancaman siber, dan menerapkan langkah-langkah keamanan yang efektif dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Inayah Sri Wardhani selaku Koordinator Wilayah Mafindo Sidoarjo.

Berdasar riset tersebut, sebanyak 67,4% pengguna internet di Indonesia membagikan tanggal lahirnya, dan 53,7% menuliskan nomor teleponnya di media sosial. Masih minimnya persepsi masyarakat mengenai data pribadi menjadi dasar munculnya fenomena terkait kebocoran data pribadi. Seharusnya, masyarakat dapat lebih bersikap awas ketika perlu menyerahkan data pribadinya untuk dikelola pihak lain. Dalam hal ini masyarakat yang beraktivitas di ruang digital perlu pemahaman mengenai 4 dasar pilar literasi digital yang meliputi digital skill, digital culture, digital ethic, dan digital safety. Dengan memahami konsep literasi digital ini diharapkan bagi setiap orang yang beraktivitas di ruang digital dapat merasa aman, nyaman dan kondusif.

Wakil Kepala Bidang Laboratorium Forensik (Kabid Labfor) Polda Jawa Timur, AKBP Imam Mukti, S.Si., Apt., M.Si menyampaikan bahwa saat ini bermunculan modus penipuan online yang salah satunya berkedok penawaran sebagai digital marketing untuk meningkatkan rating penjualan suatu produk.

“Awalnya diminta untuk membeli barang dengan harga nominal murah dan diberikan keuntungan, namun semakin lama semakin meningkat nominal harganya. Akhirnya banyak yang tergiur dengan meningkatkan pembelian hingga uangnya berikut keuntungan yang dijanjikan tidak kembali,” ujarnya.

Rovien Aryunia selaku narasumber mengajak para anggota purnawirawan untuk memahami lebih dalam mengenai perlindungan atas data pribadi pada ruang digital, pemahaman konsep dasar literasi digital, regulasi terkait Pelindungan Data Pribadi, dan tantangan serta mitigasi risiko atas penerapannya.

“Lansia sebagai bagian dari netizen mempunyai hak apakah data pribadinya akan dikomunikasikan atau tidak,” tambahnya.(red)