JatimTerkini.com
JatimSurabaya

Utamakan Keselamatan Pelayaran, PELNI Pastikan Kesiapan Kru dan Peralatan Keselamatan Kapal

PT PELNI Pastikan Kesiapan Kru dan Peralatan Keselamatan Kapal

Surabaya  — PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menghimbau masyarakat, khususnya pelanggannya di Jawa Timur, untuk selalu mematuhi ketentuan terkait keselamatan selama pelayaran. Selain peran PELNI dalam memastikan kehandalan armada dan ketersediaan alat-alat keselamatan di atas kapal, kesadaran penumpang terhadap keamanan dan keselamatan pelayaran juga memiliki peran penting.

“Selama pelayaran, kami himbau kepada penumpang untuk menaati aturan dan ketentuan keselamatan seperti larangan merokok ataupun melewati area atau batas keamanan saat berada di dek luar. Memperhatikan arahan petugas juga menjadi hal penting jika terjadi keadaan darurat,” ujar Ditto saat ditemui di Surabaya, Selasa (3/11) bersama Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah dan Kepala DPA-QHSSE Capt. Aldrin Dalimunte.

Ditto menambahkan, setiap anak buah kapal PELNI sudah dibekali dengan pelatihan _safety drill_ dalam menanggulangi situasi darurat seperti kebakaran di atas kapal. Kapal PELNI juga dilengkapi oleh alat penanggulangan kebakaran seperti APAR. Alat keselamatan yang tersedia di kapal PELNI antara lain sekoci, perahu karet, hingga _Marine Evacuation System_ (MES).

“Setiap kapal penumpang PELNI dilengkapi dengan jaket keselamatan sejumlah 125 persen dari total kapasitas. Jumlah tersebut disesuaikan saat periode _peak season_ seperti natal dan tahun baru mendatang,” kata Ditto.

Selain jaket keselamatan, seluruh kapal PELNI juga dilengkapi dengan sekoci, _inflatable life raft_ atau perahu karet, hingga _Marine Evacuation System_ . Alat-alat keselamatan ini rutin mendapatkan perawatan maupun penggantian jika sudah melewati masa kadaluarsanya.

Kepala DPA-QHSSE PELNI Capt. Aldrin Dalimunte menambahkan, setiap kapal yang dioperasikan PELNI, baik kapal penumpang maupun kapal barang, wajib melakukan latihan _safety drill_ sesuai dengan standar manual Sistem Manajemen Keselamatan tentang Kesiapan Menghadapi Keadaan Darurat.

“Kompetensi _safety drill_ yang harus dikuasai oleh anak buah kapal cukup banyak, misalnya penanggulangan kebakaran, menghadapi situasi yang mengharuskan meninggalkan kapal, pertolongan orang cidera atau jatuh ke laut, kapal tubrukan, kapal kandas hingga apabila terjadi penyebaran virus di atas kapal,” ungkap Aldrin.

Selain mewajibkan setiap kapal melaksanakan _safety drill_ , Aldrin menambahkan, PELNI juga menyelenggarakan _workshop_ keselamatan selama pelayaran. Hingga Oktober 2026, sebanyak 14 dari 25 kapal penumpang yang beroperasi sudah melaksanakan _workshop safety training_ .

“Manajemen PELNI menuntut setiap anak buah kapalnya mampu menangani situasi darurat saat dibutuhkan. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas kami dalam menyediakan transportasi laut yang handal dan aman bagi masyarakat yang bergantung dengan transportasi laut,” kata Aldrin.

Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur yang selama ini menaiki kapal PELNI melalui Pelabuhan Tanjung Perak. “Tidak lelah kami terus menghimbau calon penumpang di wilayah Surabaya maupun Jawa Timur untuk membeli tiket melalui saluran resmi seperti aplikasi PELNI Mobile. Pastikan data diri yang tertera di tiket sesuai dengan kartu identitas penumpang,” tambah Roni.

Tentang PELNI

PELNI sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 83 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam mendukung operasionalnya, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta didukung oleh 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.