GRESIK — Festival Layang-Layang Dohoagung 2026 Tingkat Nasional sukses menjadi ajang pelestarian tradisi, apresiasi seni budaya, sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Festival layang-layang ini digelar selama dua hari satu malam, Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, di area persawahan Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, festival tahun ini menandai penyelenggaraan yang ke-10 sejak pertama kali digelar.
Ratusan layang-layang menghiasi langit Desa Dohoagung, menciptakan pemandangan yang memukau dan menarik perhatian ribuan pengunjung.
Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tampak antusias mengikuti rangkaian acara demi acara dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Ketua Panitia Festival Layang-Layang Dohoagung 2026, Khoirul Anam, S.H., menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival selama sepuluh tahun berturut-turut merupakan bentuk konsistensi masyarakat Dohoagung dalam menjaga dan melestarikan tradisi seni budaya layang-layang.
“Festival Layang-Layang Dohoagung bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari upaya kami untuk menjaga warisan tradisi dan budaya yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Memasuki penyelenggaraan yang ke-10, kami ingin terus mempertahankan semangat tersebut sekaligus memperkenalkan potensi Desa Dohoagung kepada masyarakat yang lebih luas,” ungkap Khoirul Anam.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp18,7 juta, dengan 21 kategori lomba dan 81 piala yang diperebutkan oleh para peserta.
Besarnya jumlah kategori dan hadiah tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi para pelayang untuk berpartisipasi dan menunjukkan kreativitas, keterampilan, serta kemampuan mereka dalam memainkan layang-layang.
Acara ini diikuti oleh berbagai peserta dari Berbagai Kota/Kab/Provinsi. Dan Kali ini Juara Umum FLD 2026, di Raih oleh juara bertahan yaitu Yudistira Kite dari Sleman Yogyakarta.
“Talikama Jatim akan sepenuhnya mendukung Kegiatan Festival Layang-Layang Dohoagung, karena acara ini sangat luar biasa, punya nilai tersendiri dibandingkan dengan ditempat lain, bahkan di seluruh Dunia, yang mana sebuah Desa Pelosok, bisa menyelenggarakan acara mandiri dan antuasias warga dan penonton sanga luar biasa banyaknya, Dohoagung Memang Istimewa,” ujar Adieb Hazmy selaku Ketua Talikama Jatim.
Festival Layang-Layang Dohoagung juga memiliki arti penting sebagai salah satu agenda budaya yang mendapat perhatian dari komunitas pelayang di Jawa Timur, bahkan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan keyakinan, semangat gotong royong, dan kerja sama yang baik antara panitia, pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pihak yang terlibat, festival ini dapat terus terselenggara dan berkembang dari tahun ke tahun.
Lebih dari sekadar ajang perlombaan, festival ini membawa sejumlah tujuan penting. Di antaranya memperkenalkan Desa Dohoagung beserta beragam potensinya, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat Dohoagung dan sekitarnya, menjaga warisan tradisi seni budaya, serta menjadi wadah silaturahmi antarpelayang dari berbagai daerah.
Festival ini juga menjadi ruang untuk mengapresiasi kreativitas dan seni. Melalui layang-layang, masyarakat diajak memahami filosofi tentang pentingnya menjaga keseimbangan dan keselarasan dalam kehidupan.
Sebagaimana layang-layang membutuhkan keseimbangan antara angin, benang, dan kendali agar dapat terbang dengan baik, kehidupan manusia pun membutuhkan keseimbangan antara pikiran, perasaan, tindakan, dan hubungan dengan sesama.
Dukungan terhadap keberlangsungan festival turut disampaikan oleh Kepala Desa Dohoagung, H. Warsito Adi. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berkomitmen menyelenggarakan Festival Layang-Layang Dohoagung selama sepuluh tahun berturut-turut.
Pemerintah Desa Dohoagung, menurutnya, akan senantiasa siap mendukung dan membantu penyelenggaraan festival agar dapat terus berlangsung setiap tahun. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong kemajuan desa melalui kegiatan seni, budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berjuang dan konsisten menyelenggarakan Festival Layang-Layang Dohoagung selama sepuluh tahun berturut-turut. Pemerintah Desa Dohoagung akan selalu siap mendukung dan membantu agar festival ini tetap berlangsung setiap tahun di Desa Dohoagung,” ungkap H. Warsito Adi.
Kemegahan festival tidak hanya terlihat di langit yang dipenuhi layang-layang. Berbagai kegiatan pendukung turut memeriahkan suasana, mulai dari lomba mewarnai, workshop, pertunjukan kesenian jaranan, tari tradisional, musik qosidah, hingga hiburan musik dangdut bersama OM Belicia.
Menariknya, berbagai pertunjukan seni dan hiburan tersebut berasal dari Desa Dohoagung. Hal ini menunjukkan bahwa desa memiliki potensi sumber daya manusia, kreativitas, dan kekayaan seni budaya yang patut diapresiasi serta terus dikembangkan.
Selain itu Festival pun menjadi panggung bagi masyarakat lokal untuk menunjukkan kemampuan dan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.
Dampak positif kegiatan juga terasa pada sektor ekonomi kerakyatan. Ramainya pengunjung memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang makanan dan minuman, serta pedagang layang-layang untuk meningkatkan penjualan.
Lapak-lapak dagangan ramai diserbu pembeli, menjadikan festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Kehadiran ribuan pengunjung menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu menjadi daya tarik yang menyatukan masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, Festival Layang-Layang Dohoagung terus menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya, bagi para pelayang untuk bertukar pengalaman, serta bagi masyarakat untuk merayakan kebersamaan.
Penyelenggaraan ke-10 Festival Layang-Layang Dohoagung 2026 menjadi penanda bahwa tradisi dapat terus hidup apabila dirawat bersama. Melalui kolaborasi antara panitia, pemerintah desa, komunitas pelayang, pelaku seni, UMKM, dan seluruh masyarakat, Dohoagung berupaya menjaga identitas budaya sekaligus membuka peluang bagi kemajuan desa.
Dari Dohoagung, layang-layang bukan sekadar terbang tinggi di langit, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga tradisi, merawat kebersamaan, serta membangun kehidupan yang selaras dan seimbang.
Festival Layang-Layang Dohoagung diharapkan terus tumbuh menjadi agenda budaya tahunan yang membanggakan masyarakat, memperkenalkan potensi Desa Dohoagung ke tingkat nasional, dan mewariskan kecintaan terhadap seni budaya kepada generasi mendatang.

