Surabaya, jatimterkini — Dalam momen kelulusan santri yang menandai keberlanjutan estafet dakwah dan ilmu pengetahuan, Ikatan Mahasiswa Alumni Al Muntahy (IMAAM) Surabaya berikan apresiasi dan ucapan selamat atas terselenggaranya Haflah Akhirussanah Ke-51 Madrasah Diniyah An-Nur, Kembang Jeruk, Banyuates, Sampang.
“Dengan mengusung tema Santri Tangguh: Adaptasi Sosial, Soliditas Spiritual, Haflah Akhirussanah bukan sekadar penutup tahun pembelajaran, melainkan ruang refleksi, syukur, dan peneguhan nilai-nilai santri,” ujar Kamil, Koordinator Wilayah (Korwil) Ikatan Mahasiswa Alumni Al Muntahy (IMAAM) Surabaya, dalam keterangan resminya, Sabtu (31/01).
Momentum ini lanjut Kamil menandai keberlanjutan proses pendidikan diniyah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, adab, dan keteguhan spiritual santri.
“Dalam tradisi pesantren, Haflah Akhirussanah memiliki makna mendalam sebagai bentuk takdim dan penghormatan santri kepada para guru dan masyayikh, sekaligus pengakuan atas sanad keilmuan yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkapnya.
“Di titik inilah nilai keilmuan, adab, dan spiritualitas bertemu dalam satu peristiwa kebudayaan pesantren,” imbuh Kamil.
Dalam keterangannya, tema yang diangkat mencerminkan kebutuhan santri hari ini: mampu beradaptasi secara sosial tanpa kehilangan soliditas spiritual.
“Santri dituntut hadir di tengah masyarakat dengan kepekaan sosial, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang kokoh,” tandasnya lagi.
Kamil, menegaskan bahwa makna Haflah Akhirussanah juga hidup dalam diri para alumni yang kini menempuh pendidikan tinggi.
“Haflah Akhirussanah mengingatkan kami bahwa meskipun hari ini berkuliah dan berproses akademik di Surabaya, jati diri kami tetap santri. Nilai-nilai pondok, adab kepada guru, dan keteguhan spiritual yang ditanamkan sejak dini terus menjadi fondasi dalam setiap langkah,” urai Kamil.
Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen IMAAM Surabaya untuk terus mengabdi dan menjaga marwah pondok pesantren. IMAAM Surabaya akan terus mengabdi dan membawa nama harum Pondok Pesantren Al Muntahy.
“Haflah ini bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi penguatan ikatan batin antara santri, guru, dan alumni dalam satu kesinambungan pengabdian, IMAAM Surabaya memandang Haflah Akhirussanah sebagai penanda kesinambungan nilai, di mana santri, guru, dan alumni terhubung dalam satu garis perjuangan keilmuan, spiritualitas, dan pengabdian sosial yang berkelanjutan,” pungkasnya.

