JatimTerkini.com
Headline JTJatimSurabayaTerkini

Karena sakit, puluhan Calhaj embarkasi Surabaya ditunda keberangkatannya

Calon Jamaah Haji (Calhaj) Embarkasi Surabaya. Foto: ist

JATIMTERKINI.COM: Sedikitnya 17 calon haji (Calhaj) dari Embarkasi Surabaya ditunda keberangkatanya ke Tanah Suci karena sakit. Bahkan, diantaranya, ada yang langsung diturunkan dari pesawat menjelang penerbangan.

Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Abdul Haris mengatakan, calon jemaah yang batal berangkat tersebut mengalami sakit dan ada pula yang meninggal.

“17 orang itu, satu wafat, tiga kembali ke daerah, tujuh masih di RSUD Haji, lalu enam suami dan istri jemaah yang dirawat,” tutur Haris, di Asrama Haji Surabaya.

Sejumlah calon haji yang dipulangkan karena alasan sakit tersebut berasal dari Magetan, Malang dan Lamongan. Sedangakan, calon haji yang meninggal berasal dari Madiun.

“Dipulangkan Magetan, Malang dan Lamongan, untuk Lamongan gagal ginjal, sisanya anemia dan sesak napas. (Jemaah meninggal) kloter 16 Madiun, sakit lambung,” kata Haris.

Menurut Haris, ada satu jemaah mengalami sesak napas ketika pesawat sudah akan terbang. Calon haji yang tergabung dalam kloter 32 dari Kabupaten Pasuruan itu pun kembali diturunkan.

“Iya sesak napas diturunkan ke (Bandara Internasional) Juanda (Sidoarjo), sekarang sedang dalam proses pengobatan,” katanya.

“Sakit itu kan enggak permisi, (mungkin) karena pikiran takut di pesawat, bisa datang karena ketakutan. Bisa karena trauma, takut, kondisi tubuh kurang fit, saat pemeriksaan enggak apa-apa,” jelasnya.

Dikatakan Haris, pihaknya saat ini masih menunggu hingga para calon jemaah tersebut sembuh. Selanjutnya, panitia bakal mengatur keberangkatan mereka di kloter berikutnya.

“Kita mendekati injury time (menit terakhir) untuk memastikan pengurusan visa penggantinya. Kalau kita dekat khawatirnya proses pembatalan atau proses penggantian akan sulit,” kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya bakal melakukan evaluasi terkait pengecekan kesehatan tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi lolosnya jemaah yang menderita sakit. “Pemeriksaan biasa sesua SOP, seperti standar pemeriksaan kesehatan, tekanan darah, jantung, kesiapan secara fisik diperhatikan,” tambahnya.

Haris juga memaparkan, jika semua Calhaj sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan secara intensif. Termasuk uji laboratorium, mengingat Calhaj dimungkinkan mempunyai penyakit bawaan. “Sudah, termasuk uji lab. Tapi terkadang penyakit itu muncul karena kelelahan, telat makan karena sebelumnya banyak menerima tamu. Juga bisa jadi karena psikologis,” pungkasnya. (Rd)