Proyek Box Culvert Dinilai Lalai dan Merugikan Warga, DSDABM Tutup Mata

oleh -183 Dilihat
Galian saluran yang membahayakan warga

Surabaya – Pembangunan saluran air atau box culvert di Jalan AMD Manukan Kulon, dinilai lalai secara teknis yang justru menimbulkan dampak sosial dan kerugian materi yang dirasakan warga.

Betapa tidak, sejumlah rumah warga ambruk, akibat pondasinya tidak kuat menahan gerusan pengerjaan alat berat yang dilakukan oleh kontraktor dan konsultan yang disinyalir tanpa memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan.

Taufichur R, Ketua RT.06 RW.10 Manukan Kulon, mengatakan, jika warganya protes atas dampak pembangunan yang dikerjakan tanpa mengindahkan keamanan dan keselamatan warga.

“Ada tiang pondasi warung warga itu putus, lalu area jalan depannya masih berlobang akibat galian yang belum dipasangi box culvert tanpa garis keamanan keselamatan. Lha kalau malam kan membahayakan yang melintas” Ujar Opik sapaan Taufichur R., Selasa, 6/12/2022.

Pondasi rumah putus yang meresahkan warga

“Sebagian lagi rumah warga tergerus akibat galian alat berat, karena rentan rapuh sehingga dirobohkan karena khawatir malah menimbulkan korban jiwa nantinya jika tidak ditangani,” ungkap Opik.

Opik juga menyesalkan pihak kontraktor dan konsultan tidak kooperatif dengan tokoh warga dan perangkat kampung selama proses pembangun berjalan.

Urukan tanah galian yang tak beraturan dan licin di musim hujan

“Kita pernah undang mereka untuk mengetahui sampai mana dan bagaimana progres pengerjaannya, tapi tidak hadir” ungkap pria berkacamata ini.

Menurut Opik, selain pengerjaannya lamban dan tak kunjung rampung, terkesan dikerjakan asal-asalan, padahal lokasi proyek adalah dikawasan fasilitas publik yakni sekolah dan pasar tradisional.

Sebagian rumah yang ambruk diduga dampak proyek

“Sudah proyek miliaran didanai negara, tidak ada papan nama pelaksananya, tapi kok tidak berpihak sama masyarakat. Tiap pagi sore kawasan ramai antar jemput anak-anak sekolah dan lalu lalang orang ke pasar. Tingkat keamanan dan keselamatan warga yang melintas serta beraktifitas tidak diperhatikan,” ulasnya kecewa.

Terpisah, Eko Yulianto, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pematusan Pemkot Surabaya saat dikonfirmasi terkait protes warga dan dugaan kontraktor dan konsultan lalai secara teknis dalam proyek tersebut belum merespon.