JatimTerkini.com
Terkini

Program MBG di Lima Sekolah di Surabaya Dimulai Hari ini. Eri Janji Beri Masukan Menu MBG Kepada BGN

Eri Cahyadi saat meninjau MBG

Surabaya, jatimterkini – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Badan Gizi Nasional (BGN) di Kota Surabaya, dengan sasaran lima sekolah perwakilan tiap jenjang dari PG dan TK, SD, SMP, serta SMA dimulai hari ini, Senin (13/1/2025).

Dilansir dari Suarasurabaya.net Kelima Sekolah tersebut antara lain TK Yasporbi, SD Taquma, SMPN 13 Surabaya, SMAN 10 Surabaya, dan SMK PGRI 1 Surabaya. Sedangkan menu di kelima sekolah itu sama, yaitu ayam teriyaki, tumis buncis wortel tahu, nasi putih, semangka potong, serta susu.

Makanan tersebut dibagikan tepat waktu sesuai jadwal. Di TK Yasporbi pada pukul 08.00 WIB, SD Taquma pukul 08.30 WIB. Sementara sisanya SMPN 13 Surabaya, SMAN 10 Surabaya, dan SMK PGRI 1 dijadwalkan pukul 11.00 WIB.

Dalam kesempatan itu Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya saat meninjau pelaksanaan tiga sekolah TK, SD, dan SMP menyebut, sudah mengecek kandungan kalori dalam seporsi makanan dan susu.

“Di SD Taquma ini ada 329 siswa, kalorinya yang tersedia 444 kalori. InsyaAllah kalau berjalan rutin anak-anak mendapat kalori mencukupi,” kata Eri saat meninjau pelaksanaan di tingkat SD, Senin (13/1/2025).

Menurutnya, kandungan 444 kalori itu sudah mencukupi untuk kegiatan pembelajaran siswa. “Setiap makanan kami harus tahu kalorinya berapa, gizinya apa,” tambahnya.

Evaluasi sementara, wadah makanan masih menggunakan plastik. Tapi, bertahap akan diganti dengan kotak makan stainless. “Dan sisa makanan tetap di stainless enggak boleh dibuang,” ulasnya.
Makan Bergizi Gratis di lima titik sekolah itu, lanjutnya, akan berjalan setiap hari sambil perbaikan secara bertahap. Termasuk penambahan sekolah lain.
“Sementara lima, berjalan terus, bertahap,” tegasnya.

Sementara itu, Prihartini Badaraswati Kepala TK Yasporbi memberi masukan menu untuk PG dan TK bisa lebih dikreasikan agar siswa tertarik dan menghabiskan makanan.

Lalu, olahan sayur masih terlalu keras. Sehingga, dia menyarankan agar dimasak lebih lama.
“Kalau ayam sendiri makan ayam susah menngunyahnya mungkin diolah dibentuk jadi apa nugget atau apa lebih mudah dikunyah,” ujarnya.

Selama ini, dia mengaku sudah menerapkan program yang sama, tapi hanya satu sampai dua kali sebulan. “Kalau program Pak Prabowo Subianto Presiden RI ini Senin-Jumat,” imbuhnya.

Diketahui, program MBG masih dikelola Badan Gizi Nasional. Pemkot Surabaya berperan memastikan distribusi lancar dan sesuai rencana.

Pemkot Surabaya Janji Beri Masukan Menu MBG kepada BGN

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berjanji akan meneruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN) jika ada masukan soal kurangnya menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengaku sudah menyampaikan ke BGN untuk menjaga kualitas MBG, mulai dari kandungan kalori, hingga jenis makanan yang disukai anak-anak.

“Saya berharapnya seluruh Surabaya anaknya dikasih pilihan. Karena insyaAllah sudah disampaikan oleh BGN selama 30 hari makanan berbeda-beda,” kata Eri saat meninjau pelaksanaan MBG di SD Taquma Surabaya, Senin (13/1/2025).

Dia mengusulkan, kalau bisa jenis makanan atau olahan menu selama sebulan bisa disampaikan di awal kepada siswa-siswi.

“Berarti menu-menu itu bisa disampaikan ke anak-anak, penginnya apa, kurangnya apa, karena anak-anak ada yang suka A suka B kalo disamakan semua susah lho,” katanya lagi.

Lebih lanjut, Eri juga mempersilakan siswa maupun guru memberi masukan jika ada kekurangan dalam penyediaan MBG mulai hari ini. “Iya kami terima, kami sampaikan ke BGN apa yang perlu disempurnakan,” tegasnya.

Tapi, dia juga meminta pemberi masukan bisa objektif, dan bukan menilai makanan tidak layak hanya karena tidak menyukai jenis olahannya.

“Ini program yang baik. Ketika ada kekurangan kita melengkapi, menyempurnakan. Jangan dikurangkan jadi tidak baik hanya karena 1-2 permasalahan. Umpamanya 100 anak suka ayam semua, 1-2 orang tidak suka, tiba-tiba ada yang mengatakan enggak layak karena enggak suka, jangan dipukul (rata),” paparnya.

Terakhir, Eri meminta BGN mengevaluasi uji coba hari ini, dengan membedakan porsi makan kelas 1-3 SD dengan 4-6 SD.

“Kalau lihat (kelas) 1-3 makanan enggak terlalu banyak, tapi (kelas) 4-6 makannya banyak, ini nanti saya minta dievaluasi,” bebernya lagi.

Guru juga diminta sosialisasi ke siswa, agar mengurangi porsi sarapan di rumah, tujuannya MBG di sekolah bisa habis dan kebutuhan kalori tercukupi.

“Kami akan sosialisasikan sarapan paginya, di rumah hanya apa dikit saja bisa dilakukan di sekolah. Jangan sampai nanti saya tanya tadi ada yang makan di rumah di sekolah tidak habis. Nanti akan ada gerakan sosialisasi bersama dengan guru-guru ke seluruh wali murid,” pungkasnya.eri