
Yogyakarta-JATIMTERKINI.COM: Aksi protes atas pengkhianatan elit pada konstitusi masih terus berlanjut. Setelah wisudawan Universitas Indonesia (UI), kini dilakukan wisuda sarjana UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta.
Dalam prosesi wisuda sarjana, ratusan wisudawan UGM mengangkat poster “Peringatan Darurat”, Kamis (29/8/2024).
Diketahui, “Peringatan Darurat” belakangan jadi trending topik, sejak pekan lalu. Hal itu sebagai bentuk protes masyarakat atas pengkhianatan elite politik terhadap konstitusi.
Ribuan mahasiswa bersama lapisan masyarakat turun ke jalan. Mereka memprotes pengabaian putusan MK (Mahkamah Konstitusi) oleh DPR lewat revisi UU Pilkada. Masifnya aksi massa membuat DPR membatalkan pengesahan revisi UU tersebut.
Para wisudawan membawa poster “Peringatan Darurat” terlihat dalam siaran langsung wisuda yang ditayangkan channel UGM. Mereka disyut cukup lama menjelang akhir wisuda yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Dan itu merupakan hari kedua wisuda UGM. Pada hari pertama, tema “darurat demokrasi” menjadi pesan pidato perwakilan wisudawan, yang disambut tepuk tangan riuh.

Mahasiswa UGM bersama elemen masyarakat lainnya termasuk yang aktif dalam gerakan #kawalputusanMK. Berhari-hari mereka terlibat dalam aksi damai “Jogja Memanggil”. Aksi tersebut juga digelar di kawasan Gejayan.
Selain mahasiswa, ribuan akademisi dan tenaga pendidikan (Tendik) UGM juga mengeluarkan pernyataan sikap dan keprihatinan bertajuk “Darurat Demokrasi Indonesia”.
(Rud)

