JatimTerkini.com
PemiluPolitikSurabayaTerkini

Pemilu 2024, Kursi dan Suara Merosot.  Aktifis dan Akademisi Tanggapi Kepemimpinan Parpol

Surabaya, jatimterkini – Politik dan figur pemimpin 2029 nasional mendatang, diharapkan bisa mendongkrak perolehan kursi dan suara Parpol dilevel daerah. Namun Pemilu 2024 lalu, sebagian Parpol besar dalam grafiknya merosot, sedangkan Parpol ‘baru’ ada peningkatan yang signifikan.
“Jika mengacu 2024 kemarin, dari data asimetris serta hasil dari KPU sangat jelas dan mencolok pencapaian Parpol yang dinilai baru dan dianggap bukan apa-apa justru prosentase suara dan kursi meningkat, tapi Parpol besar yang sekian lama sebagai kontestan dari pemilu ke pemilu justru turun dalam perolehan kursi dan suara, meskipun ada peningkatan sedikit,” ungkap Aktifis dan Pegiat Demokrasi, Joko Pujiato yang akrab disapa Yoyok ini, Kamis (14/8/2025).
Menurut Yoyok, pencapaian itu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari sepak terjang seorang figur kepemimpinan Parpol dilevel daerah (DPC/DPW) seharusnya kinerja selama memimpin Parpolnya menjadi evaluasi pusat (DPP), dan harus menjadi perhatian serta pertimbangan serius.
“Memang Dinamikanya dilevel nasional dan daerah berbeda, namun pusat atau DPP wajib mengevaluasi para kader yang menjadi Pemimpinnya di daerah, kenapa dan bagaiman kok bisa target merosot dan anjlok,” terang Yoyok.
“Tapi penurunan demokrat di tingkat gressroot bisa memungkinkan akan hilangnya kursi di tingkat nasional kalau pemilu 2024 kemarin tidak mensyaratkan parlemen thresshold,” tandasnya.
Berdasarkan data asimetris, sambung Yoyok, dari 31 Kecamatan di Surabaya Pemilu 2024, PKB meningkat 6%, Gerindra naik 100%, PDIP turun 16%, Golkar Naik 27%, Nasdem turun 18%, PKS naik 19%, PAN naik 1% dan ironisnya Demokrat turun 12%.
“Hanura naik 14% sedangkan PSI fantastis justru naik 71%,  dan berdasar hasil dari KPU Surabaya, Demokrat pada pemilu 2024 hanya mendapatkan (103.382 suara), 3 Kursi di DPRD Surabaya yakni di dapil 2, dapil 3 dan dapil 5. padahal Pemilu 2019, Demokrat meraih (119.783 suara) dengan 4 kursi,” ulasnya.
“Rabu (13/8/2025) Kemarin DPD Partai Demokrat Jawa Timur ada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dimana dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron yang sudah memberikan sinyal Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpotensi maju di Pilpres 2029 dan paparkan 3 misi besar,” tandas Yoyok.
Sedangkan dalam kesempatan lain, Dr Hananto Widodo SH MH, Dosen HTN FH Universitas Surabaya (Unesa) berpendapat, perolehan kursi Parpol dan kepemimpinan itu meningkat atau menurun tidak harus sama.
“Tidak selalu linier, seringkali konfigurasi di level lokal berbeda dengan level nasional. Bisa saja level nasional menurun, tapi di beberapa daerah mereka tetap kuat, jika sebaiknya itu adalah konsekuensinya,” ujar Hananto.
Menurutnya, konstelasi politik selalu berubah-ubah, dan itu wajar.
“PPP dulu kuat sekarang tidak lolos. Tidak ada pengaruh jika menggunakan putusan MK terkait threshold calon kepala daerah,” imbuhnya.
Adapun pengaruh kepemimpinan menurutnya, tentunya ada pengaruhnya. Kalau ditingkat daerah tidak punya dukungan DPRD maka akan kesulitan. Karena koalisi kan tidak selalu linier antara pusat dan daerah.
“Daerah memiliki dinamikanya sendiri,” pungkasnya.