JatimTerkini.com
Headline JTJatimSurabayaTerkini

PDIP Jadikan UMKM Surabaya Pilot Project Nasional

Surabaya-JATIMTERKINI.COM: PDI Perjuangan memulai babak baru politik kehadiran rakyat dengan meninjau langsung kesiapan Balai Kreasi PDIP di Surabaya.

Balai kreasi ini rencananya bakal menjadi pusat pemberdayaan UMKM yang siap dijadikan pilot project nasional.

Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M. Bataragoa mengungkapkan, pada proses pendirian balai kreasi ini, pihaknya mengambil inisiatif untuk mengajukan diri sebagai pilot project pada DPP.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesadaran ideologis bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat adalah mandat perjuangan partai, bukan sekadar proyek administratif.

Balai Kreasi ini rencananya akan segera dioperasikan setelah seluruh rekomendasi teknis dari tim MPP DPP PDIP diselesaikan.

“Bagi kami pemberdayaan UMKM ini bukan sekadar program teknis, tetapi tugas ideologis. Kami tidak menunggu surat instruksi atau aturan turun. Justru DPC Surabaya yang berkirim surat ke DPP dan menyatakan kesiapan untuk menjadi pilot project,” ujar Yordan.

Dia menjelaskan, Balai Kreasi tersebut tidak hanya menjadi etalase produk unggulan UMKM binaan saja. Melainkan, balai ini bakal menjadi ruang pembinaan dan intervensi struktural bagi pelaku UMKM agar naik kelas.

“Iya jadi bukan sekadar etalase produk. Ini ruang intervensi struktural untuk membuat UMKM naik kelas melalui pembinaan, kurasi, dan pendampingan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih detail dia menyebutkan, balai kreasi tersebut nantinya akan memiliki banyak fungsi. Mulai dari showroom permanen produk UMKM terpilih, pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM, ruang kurasi dan verifikasi produk, fasilitas branding, pemasaran digital hingga jejaring kemitraan.

Pada tahap awal ini, DPC PDIP Surabaya telah mendata UMKM yang siap masuk proses kurasi, dengan menilai kejelasan produk, kemampuan produksi, hingga daya saing pasar.

“Tidak semua produk bisa serta-merta masuk. Ada proses verifikasi agar etalase ini tidak hanya ramai, tetapi punya kualitas,” tambah Yordan.

Lebih jauh, Yordan menegaskan bahwa penguatan ekonomi rakyat merupakan mandat ideologis Bung Karno yang harus diwujudkan dalam kerja nyata, bukan simbol politik semata.

“UMKM adalah wajah marhaen hari ini. Kalau partai berpihak kepada marhaen, maka pendampingannya tidak boleh berhenti pada simbolis. Harus nyata, menyentuh keseharian rakyat,” tambahnya. (red)