
Surabaya-JATIMTERKINI.COM: Untuk merayakan Imlek 2026 dan menyambut ramadhan 1447 Hijriyah, IKA Ubaya (Universitas Surabaya) menggelar talkshow hingga bazar makanan tradisional Tionghoa di Plasa FBE (Fakultas Bisnis dan Ekonomi), Sabtu (28/2/2026).
Acara tersebut digelar oleh gabungan alumni dari berbagai fakultas. Mulai dari Komisariat Fakultas Hukum IKA Ubaya, Komisariat Fakultas Bisnis dan Ekonomi IKA Ubaya dan Komisariat Fakultas Kedokteran IKA Ubaya. Para alumni juga menggandeng PSMTI Surabaya, Gusdurian dan JIAD. Tampak hadir pula anggota DPRD Jatim, Dr. H. Freddy Poernomo SH., MH.
Perayaan Imlek menyambut ramadhan ini mendapat apresiasi dari masyarakat berbagai etnis. Dan, acara ini diawali dengan talkshow yang bertemakan “Toleransi dan Keberagaman Etnis Tionghoa dalam Bingkai Kebangsaan Indonesia”.

Narasumber yang dihadirkan, yakni Prof. Drs.ec. Sujoko Efferin, M.Com (Hons)., M.A., Ph.D. dan Mohammad Aan Anshori, A.Md., S.H., M.H., yang di moderatori Inayah Sri Wardhani, S.Psi. juga menarik perhatian pengunjung. Sehingga terjadi tanya jawab yang cukup gayeng seputar kultur dan toleransi di Indonesia.
Sementara, Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, MMBAT dalam sambutannya menyatakan bahwa Indonesia lahir dari sebuah keberagaman. Dan keberagaman ini sebagai anugerah dari Tuhan.
“Manusia itu walaupun satu suku, satu keluarga, itu pasti berbeda dari sisi gen-nya. Seandainya manusia itu diciptakan tidak majemuk atau gen-nya sama, maka bangsa ini sudah punah saat pandemi (covid-19) kemarin. Jadi, kita ini beragam dari berbagai aspek. Sehingga acara ini sangat relevan, dan kami mendukung keberagaman ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan, bahwa toleransi merupakan kedewasaan dalam berpikir. Dengan begitu harus dirawat keberagaman yang ada.
“Saya sangat mengapresiasi acara ini. Toleransi harus benar-benar kita jaga. Dan harus kita rayakan dengan gembira,” jelasnya.
Ketua Umum Yayasan, Anton Priyatno SH., menyebut bahwa dengan keberagaman maka Indonesia tidak akan kehilangan identitas. Bahkan, keberagaman akan menjadi kekuatan nasional maupun diplomasi global.

“Kita harus merawat keanekaragaman ini. Dengan konsep yang tepat dan mengedepankan hak asasi manusia (HAM),” tambahnya.
Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan Barongsai, Wayang Potehi, Tarian Seribu Wajah, Wushu, Pemeriksaan Kesehatan Gratis hingga bazar makanan tradisional Tionghoa. (rud)

