
Gresik-JATIMTERKINI.COM: Volume penumpang pada libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) di Pelabuhan Gresik kali ini mengalami penurunan. Meski demikian, pasokan logistik di kabupaten paling ujung Jawa Timur ini, termasuk Pulau Bawean, masih dinyatakan aman.
Pelabuhan Gresik merupakan pelabuhan kelas II yang terletak di kawasan pesisir Selat Madura, tepatnya di pusat ibukota Kabupaten Gresik. Pelabuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelabuhan penumpang saja, melainkan juga sebagai pelabuhan barang.
Bahkan, pelabuhan yang dikelola oleh KSOP ini menjadi salah satu akses penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bawean, melalui Laut Jawa selain Pelabuhan Pacitan. Sehingga, pelabuhan ini sangat vital, terlebih lagi pada masa liburan Nataru.
Namun, Humas KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas II Gresik, Agus Nasrullah SH ST MMTr, mengatakan bahwa libur Nataru kali ini volume penumpang telah mengalami penurunan hingga 35 persen, dibanding tahun sebelumnya. Jika pada Nataru 2024 arus mudik dan balik mencapai 5.187 penumpang, kini hanya kisaran 3.371 penumpang, dengan arus mudik dan balik melalui Pelabuhan Gresik.
“Ya, untuk Nataru kali ini volume penumpang yang menggunakan moda transportasi laut di Pelabuhan Gresik tidak mengalami lonjakan. Malah sebaliknya, mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Agus kepada awak media, Selasa (31/12/2024) sore.
Namun demikian, kata Agus, untuk pasokan logistik, berupa bahan pokok dan lainnya, dengan tujuan Kabupaten Gresik maupun Pulau Bawean masih dinyatakan aman. “Untuk logistik, aman. Tidak ada kendala,” tandasnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi cuaca ekstrim yang berdampak pada tingginya gelombang laut, lanjut Agus, KSOP Gresik telah bekerjasama dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). “Untuk cuaca kita selalu update setiap menit. Kalau cuaca buruk kita akan segera infokan ke operator. Dan jika cuaca memang benar-benar tidak memungkinkan untuk diberangkatkan, ya kapal tidak akan diberangkatkan. Karena kita mengutamakan keselamatan,” tambahnya.
Diketahui, pada libur Nataru 2025, KSOP Kelas II Gresik mendirikan Posko Pemantau Pengamanan. Posko ini beroperasi sejak 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025. Tujuannya, tak lain untuk menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengguna transportasi laut melalui Pelabuhan Gresik. (Rud)

