JatimTerkini.com
Headline JTJakartaNasionalTerkini

Lanjutkan Perjuangan Pendiri Bangsa, IKA UII 2025-2030 Resmi Dilantik

IKA UII dalam halal bihalal dan pelantikan pengurus periode 2025-2030. Foto: Nt/ist

Jakarta-JATIMTERKINI.COM: Dengan dihadiri menteri dan para tokoh nasional, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII), menggelar tiga kegiatan, yaitu Pelantikan, Halal bihalal, dan Rakernas DPP IKA UII Periode 2025-2030 di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta.

Tampak hadir dalam acara tersebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Mahfud MD.

“Acara ini adalah manifes dari komitmen luhur dan ikrar bathin kita, untuk melanjutkan perjuangan para pendiri UII melalui organisasi IKA UII,” ujar Ketua Umum DPP IKA UII, Ari Yusuf Amir, dalam sambutannya.

Dikatakan Ari, IKA UII merupakan alumni dari kampus nasional tertua di Indonesia bernafaskan Islam. UII didirikan oleh para pendiri bangsa, yakni Moh. Hatta, KH Wahid Hasyim, Moh Roem, Moh Natsir, dan K.H. Abdul Kahar Muzakkir, sebelum kemerdekaan, tepatnya pada 8 Juli 1945.

Para tokoh-tokoh pendiri UII bukan hanya membangun UII, tetapi juga meletakkan batu pertama dari sebuah peradaban bangsa. “Karena itu, sebagai alumni, dalam diri kita melekat tanggung jawab sejarah dan amanah besar untuk mewujudkan cita-cita kebangsaan,” ujar Advokat Senior ini.

Bahkan, menurut Ari, dari rahim UII pula, yang saat itu masih bernama Sekolah Tinggi Islam (STI), lahir organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Organisasi kepemudaan yang didirikan oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa STI pada tahun 1947.

“Ini menjadi bukti bahwa sejak awal, UII telah menjadi ladang subur bagi tumbuhnya gerakan intelektual Islam yang berpikir maju dan berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa,” kata Ari.

Ari mengatakan, di tengah situasi kebangsaan dan situasi dunia yang didera banyak persoalan, saatnya alumni UII harus hadir dengan gagasan, keteladanan dan peran nyata. Bukan hanya sebagai penonton di pinggir sejarah, tetapi maju ke depan sebagai pemimpin perubahan dan pemantik harapan.

“Sebagaimana UII didirikan tidak untuk mencetak intelektual yang duduk nyaman di atas menara gading, tetapi turun ke medan juang, bergerak dan bertumbuh menjadi lentera ummat,” ujar Ari.

Ia berharap alumni UII bisa mengambil peran penting tersebut. Apalagi alumni UII memiliki modal yang tak ternilai, yakni modal intelektual, spiritual, dan moral. Alumni UII juga dikenal dikenal memiliki karakter berani, bukan semata lantang dalam kata, tapi teguh dalam prinsip.

“Berani karena terbiasa berdiri di atas nilai, bukan hanyut dalam arus kepentingan. Keberanian itu lahir dari tradisi panjang perjuangan, dari semangat keislaman yang mencerahkan dan kebangsaan yang membebaskan,” kata Ari lagi.

Karakter tersebut, ungkap Ari, sejatinya tergambar dari para tokoh UII ketika mendapatkan Amanah menduduki jabatan publik, baik di ranah hukum, ekonomi, birokrasi dan sosial. Sebagaimana yang diteladankan oleh Lafran Pane, Artidjo Alkostar, Mahfud MD, Busyro Muqoddas, Suparman Marzuki, Syarifuddin, dan lain-lain.

“Di manapun mereka berada, selalu membawa semangat untuk mengabdi, memperbaiki, dan memberi makna. Ilmunya dipakai untuk melayani, bukan untuk menguasai, kekuasaan dijadikan amanah, bukan alat untuk membungkam kebenaran,” terangnya.

Ari menjelaskan, jumlah alumni UII saat ini sudah lebih dari 130.000 orang. Mereka melakoni berbagai macam profesi dan telah berdiaspora ke seluruh penjuru nusantara, bahkan ke beberapa negara di dunia.

“Jumlah kaum terdidik sebesar itu tentu bukanlah sekedar angka statistik belaka, tetapi sebuah kekuatan kolektif untuk berkontribusi pada bangsa dan negara bila dikelola dalam organisasi alumni yang profesional,” tandasnya.

Diungkapkan Ari, Kepengurusan IKA UII sudah terbentuk di hampir seluruh penjuru tanah air. Di tingkat provinsi telah terbentuk 34 DPW, di tingkat kabupaten/kota terbentuk 80 DPD, dan di tingkat Prodi terbentuk 17 IKA Prodi. Bahkan di luar negeri IKA UII juga telah terbentuk sejak lama di Australia. (rud/red)