JatimTerkini.com
GresikHeadline JTHukrimTerkini

KSOP Gresik Tutup Angkutan Laut Libur Nataru 2024/2025 dengan Layani 5206 Penumpang

Kepala KSOP Kelas II Gresik, Hotman Siagian (ketiga dari kanan) memberikan keterangan media. Foto: ist

Gresik-JATIMTERKINI.COM: Pelabuhan Gresik menutup pelayanan angkutan laut dalam libur Natal 2024 hingga Tahun Baru 2025 (Nataru) dengan melayani 5206 penumpang.

Total penumpang tersebut tercatat oleh Posko Pemantau Angkutan Laut Libur Nataru 2025 yang digelar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik sejak 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025.

Kepala KSOP Kelas II Gresik, Hotman Siagian, mengatakan bahwa jumlah total penumpang angkutan laut dalam libur Nataru 2024/2025 mengalami penurunan yang cukup signifikan, dibanding libur Nataru 2023/2024 lalu.

“Nataru kali ini, untuk debarkasi terdapat 2531 penumpang. Sedangkan embarkasi 2675 penumpang. Sehingga total sebanyak 5206 penumpang yang menggunakan moda transportasi angkutan laut di Pelabuhan Gresik,” ujar Hotman dalam apel penutupan angkutan laut libur Nataru di Pelabuhan Gresik, Kamis (9/1/2025).

Dikatakan Hotman, untuk debarkasi telah mengalami penurunan sebesar 1424 orang penumpang, atau penurunan 36,01 persen. Sedangkan embarkasi mengalami penurunan sebesar 1197 orang penumpang, atau penurunan 30,91 persen.

“Sehingga jumlah total penumpang mengalami penurunan sebesar 2621 penumpang atau penurunan 33,49 persen. Namun kami menyampaikan rasa terimakasih kepada para stakeholder, TNI/Polri, Bea Cukai, BMKG, Pelindo, Dinas Perhubungan dan instansi lainnya, atas sinergi dan kolaborasi, sehingga kegiatan pengamanan libur Nataru 2024/2025 dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.

Sementara, Dirjen Perhubungan Laut, Dr Capt Antoni Arif Priadi MSc, dalam sambutan tertulisnya menyatakan, bahwa keberhasilan pengamanan libur Nataru 1024/2025 tidak lepas dari koordinasi dan kerja nyata bersama seluruh unsur Ditjen Perhubungan Laut dan para stakeholder sektor transportasi laut.

Berdasarkan hasil pemantauan dan monitoring selama penyelenggaraan angkutan laut Nataru 2024/2025 terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Diantaranya, secara nasional total penumpang mengalami kenaikan dibandingkan Nataru 2023/2024. Begitu juga jumlah total pergerakan transportasi laut pada Nataru 2024/2025 dari tanggal 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025 sebanyak 1,80 juta pergerakan, yakni naik 4,92 persen dari tahun
2023 yang berjumlah 1,72 juta pergerakan.

Selain itu, realisasi angkutan Nataru mencapai 77,71 persen dari target prediksi atau dibawah prediksi.

Dengan demikian, tambah Dr Capt Antoni, untuk meningkatkan penyelenggaraan angkutan laut pada Nataru 2025/2026 mendatang diperlukan beberapa langkah. Yakni, sinkronisasi kebijakan, baik dalam pengambilan kebijakan maupun implementasi di lapangan. Juga, evaluasi sarana dan prasarana, kesiapan stakeholder terkait, baik internal maupun eksternal,
termasuk sosiasi kepada masyarakat serta evaluasi terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) baik internal maupun eksternal. (Rud)