
Gresik-JATIMTERKINI.COM: Untuk memaksimalkan bentuk pelayanan bagi kapal-kapal yang bersandar dan hendak berlayar, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik menerapkan sistem Inaportnet. Hal itu disampaikan Kasi KBPP (Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli) Capt Firmawan, Rabu (2/10/2024).
Inaportnet merupakan sistem informasi digital di Pelabuhan. Dengan tujuan untuk memudahkan pelayanan di sektor transportasi laut, seperti yang dicanangkan oleh Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Capt Antoni Arif Priadi dalam Hari Maritim Sedunia pada 26 September 2024 lalu.
Dengan didampingi dua perwira jaga, yakni Capt Zainal dan Aryanto, Capt Firmawan mengatakan, bahwa sistem Inaportnet telah mempermudah berbagai bentuk pelayanan pelayaran, termasuk bagi kapal-kapal yang hendak bersandar maupun yang akan meninggalkan Pelabuhan Gresik. Pasalnya, kapal-kapal tersebut tidak lagi mengurus berbagai dokumen secara manual. Namun cukup mengunduh aplikasi Inaportnet, kemudian memasukan semua persyaratan yang diperlukan melalui aplikasi tersebut.
“Nah, untuk kapal-kapal yang bersandar, mereka harus mendapatkan ijin bongkar muat dari Kasi Lala (Lalu Lintas Laut). Dan yang akan berlayar, harus mengurus ijin melalui sistem Inaportnet tadi. Kalau sudah lengkap, baru dikeluarkan SPB (Surat Persetujuan Berlayar),” ujar Capt Firmawan.
Untuk SPB, kata Capt Firmawan, hanya berlaku selama 24 jam. Dan hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 28 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar dan Persetujuan Kegiatan Kapal di Pelabuhan.
Sedangkan, untuk pelayanan transportasi antar pulau, seperti ke Pulau Bawean, lanjut Capt Firmawan, KSOP telah menggunakan tiga kapal. Diantaranya, kapal Expres Bahari 3F dengan kapasitas 401 penumpang, Expres Bahari 6f kapasitas 251 penumpang dan Kapal ASDP KMP Giliyang kapasitas 250 penumpang.
“Selebihnya untuk pengangkutan kebutuhan bahan pokok digunakan kapal dari Pelra. Karena disini tidak ada Tol Laut,” jelasnya.
Begitu juga untuk menghadapi musim hujan dan gelombang tinggi, lanjut Capt Firmawan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan sejumlah stakeholder. “Salah satunya PLN sudah menyediakan kapal besar untuk supplay listrik ke Bawean agar jangan sampai putus. Begitu juga supplay bahan pokok, kita sudah koordinasi dengan Pelra untuk menyediakan kapal-kapal agar distribusi kebutuhan pokok tidak terganggu,” terang Capt Firmawan.
Namun demikian, tambah Capt Zainal, untuk mengantisipasi kerawanan pelayaran di musim penghujan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika). Sehingga, ketika cuaca benar-benar buruk dan membahayakan pelayaran, maka KSOP akan menghentikan sementara semua pelayaran. Itu dilakukan untuk menghindari kecelakaan pelayaran. “Karena kita tidak mungkin melawan alam pak, jadi ketika cuaca buruk dan gelombang tinggi, kita akan menghentikan pelayaran,” papar Capt Zainal, yang dibenarkan perwira jaga Aryanto. (Rud)

