
Jakarta-JATIMTERKINI.COM: Judol (judi online) tidak akan bisa diberantas, bahkan hingga sampai Lebaran Kuda sekalipun. Itu ditegaskan Anggota Komisi I DPR RI Frederik Kalalembang.
Kecuali, kata Frederik, penggunaan kartu SIM Prabayar ditertibkan.
“Saya katakan sampai Lebaran Monyet ini tidak bisa akan hilang namanya judol. Kalau judol saya katakan tadi bahwa mungkin masih uang mereka, itu semua menggunakan kartu prabayar. Saya beberapa kali menekankan bahwa tertibkan SIM card prabayar,” ujar Frederik, saat Rapat Dengar Pendapat Panja Judi Online dengan Kementerian Komdigi dan BSSN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
Dikatakan Frederik, untuk menghilangkan judi online perlu menertibkan kartu SIM prabayar. Pasalnya, baik pemain menggunakan kartu SIM prabayar palsu untuk melakukan pembayaran melalui e-wallet atau dompet elektronik.
“Kalau menghilangkan judol tertibkan SIM card prabayar. Saya yakin ini pasti hilang cuma persoalannya operator mengejar profit di situ,” katanya.
Frederik mengatakan penertiban kartu SIM prabayar lebih efektif ketimbang menutup server atau situs judol. Ia juga mengatakan penertiban kartu SIM prabayar akan membatasi pemain dan bandar judol dalam membuat kartu SIM baru yang digunakan untuk judi online.
“Saya yakin kalau SIM card prabayar itu ditertibkan dalam arti bahwa semua menggunakan data asli sesuai NIK, KK dan ditolak kalau palsu, jangan diterima. Kalau itu sudah menggunakan data asli, mau 10 kartu juga ga masalah. Saya percaya judol akan hilang, penipuan akan hilang, pemerasan akan hilang,” tambahnya. (Rud)

