JatimTerkini.com
Gaya HidupJatimSurabaya

Kinara Siswi Kelas 4 SD, Tampil di Grand Final Puteri Batik Indonesia 2025, Wakili Jawa Timur

Kinaranindya Zelena Putri Utama (10), atau yang akrab disapa Kinara, tak diragukan lagi dalam dunia modeling mewakili Jawa Timur tampil Grand Final di event Nasional Putri Batik Indonesia 2025.

Surabaya, jatimterkini – Kinaranindya Zelena Putri Utama (10), atau yang akrab disapa Kinara, tak diragukan lagi dalam dunia modeling mewakili Jawa Timur tampil Grand Final di event Nasional Putri Batik Indonesia 2025.

Siswi kelas 4 SD unggulan Al Ya’lu Malang ini sebelum tampil di Grand Final pada 20 Desember 2025 yang bakal digelar di Black Owl Surabaya akan melakukan karantina terlebih dahulu pada 18-19 Desember 2025.

Secara teknis, kemampuan Kinara di dunia modeling tak diragukan sehingga tak heran jika dia menyabet sejumlah prestasi dan gelar yang disandangnya, namun tak disangka Kinara ternyata juga mahir menguasai dua bahasa yakni jepang dan inggris.

“Ya pernah mewakili Indonesia tampil di kancah Internasional dunia model sebagai Mini Miss di Thailand pada Maret 2024, lalu Desember 2023, Kinara mengikuti ajang Indonesia Star Search mewakili Jawa Timur dan mendapat 1st Runner Up di ajang Nasional,” ungkap Diana, ibunda Kinara, Kamis (18/12) melalui Whatsappnya.

“Kinara juga memiliki gelar yakni Putri Pariwisata Cilik Jatim 2025 serta tampil mengikuti ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025 Artwear pada 10 Agustus kemarin “ imbuh Diana.

Sedangkan di Ajang Nasional Puteri Batik Indonesia 2025 yang digelar di Surabaya nanti, Diana berharap Kinara menjadi generasi muda yang mengetahui budaya dan mampu melestarikan batik di kancah Nasional dan Internasional.

Diana juga menuturkan sebagai orang tua, dirinya tak henti-hentinya selalu memberikan dukungan pada bakat yang dimiliki putri pertamanya itu untuk tetap konsisten mengutamakan pendidikannya.

“Ya sebagai orang tua kita apapun akan memberi dukungan dan doa pada anak kita terlebih ada bakat yang dimilikinya, apapun prestasi dan pendidikannya harus sejalan beriringan dan selebihnya akan tergantung pada anaknya sendiri yang berusaha. Harapan kita dia bisa mandiri, kedua lebih meningkatkan bakatnya, pengetahuannya, pengalamannya sehingga bisa memotivasi generasi lain,” pungkasnya.