JatimTerkini.com
Headline JTHukrimJatimNasionalOpiniProfileReligiSidoarjoSurabayaTerkini

Hikmah Ramadhan bagi Advokat, H. Ananto: Kuatkan Integritas dalam Menjalankan Tugas Profesi

Sidoarjo-JATIMTERKINI.COM: Berpuasa di bulan ramadhan tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, tetapi mempunyai relevansi yang erat dalam menjalankan tugas profesi.

Bagi seorang Advokat, berpuasa bukan saja menjaga lisan dan perbuatan. Namun lebih pada menguatkan integritas. Karena di dalam berpuasa terdapat proses pembentukan karakter.

“Advokat benar-benar diuji ketika menjalankan ibadah puasa. Mulai dari kedisiplinan, kejujuran, kesabaran hingga kepedulian,” tutur Ketua Harian DPC PERADI Sidoarjo, H. Ananto Haryo SH., MHum., MM., saat berbincang-bincang seputar hikmah ramadhan bersama JatimTerkini.com, Kamis (5/3/2026) malam.

Diakui, kedisiplinan menjalankan ibadah di bulan ramadhan, tidaklah mudah. Apalagi, tugas Advokat tidak selalu litigasi (di pengadilan), namun juga non litigasi, yaitu di luar pengadilan. “Namun kedisiplinan akan menjadi salah satu parameter membentuk ketaqwaan dan kepribadian yang baik,” jelasnya.

Begitu juga kejujuran. Menurut H. Ananto, kejujuran dalam puasa ramadhan adalah fondasi utama yang mendidik integritas. Orang lain tidak akan mengetahui bila seseorang itu berpuasa, kecuali dirinya dengan Allah.

“Nah, nilai-nilai kejujuran beribadah ini akan membentuk karakter yang jujur pula dalam berprofesi. Berani mengatakan benar jika itu benar, dan tidak takut mengatakan salah jika itu memang salah. Disitulah keadilan dalam proses penegakan hukum akan tetap terjaga,” ungkap Advokat senior yang akrab dipanggil Abah Ananto ini.

Selain itu, puasa juga mengajarkan bahwa kesabaran bukan sekedar bertahan dalam ujian. Lebih dari itu. Kesabaran menuntut seseorang terus bergerak maju menuju perbaikan diri. Ia pun mengutip Surat Al Baqarah ayat 45, sebagai berikut;

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا
لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.

“Puasa juga mengajarkan kita bersabar ketika mendampingi klien pada proses penyidikan maupun di persidangan. Kualitas Advokat ditentukan bagaimana kita tetap tenang dalam menghadapi berbagai situasi. Dengan sabar, hati menjadi tenang, dan kita bisa berpikir jernih dalam melakukan pembelaan. Memang tidak mudah, tapi ramadhan mengajarkan itu pada kita,” terang Founder Lembakum Indonesia ini.

Kemudian, hikmah ramadhan yang paling mulia adalah meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Memupuk rasa empati pada orang-orang yang membutuhkan. Bahkan, ia menyebut, empati juga bagian dari integritas Advokat.

“Dan, kepedulian merupakan refleksi rasa syukur atas nikmat Allah yang diberikan pada kita. Nah, di bulan yang penuh berkah ini, di bulan yang baik dari seribu bulan ini, apabila ada rejeki mari kita membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pungkasnya. (rud)