
Surabaya-JATIMTERKINI.COM: Dugaan keterlibatan Kurator dari AKPI (Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia) atas kasus pesta narkoba jenis ganja, dibantah oleh Wakil Bidang Bantuan Hukum AKPI Pusat, Johanes Dipa Widjaja SH.,MH.
Menurutnya, kabar keterlibatan anggota AKPI di kasus narkoba tersebut adalah tidak benar. “Kami menegaskan bahwa informasi atau berita yang beredar saat ini adalah tidak benar dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,” ujarnya pada JatimTerkini.com, Senin (4/5/2026).
Namun, ia menyebut, jika memang terjadi penangkapan atas ketiga orang di salah satu hotel bintang lima, seperti kabar yang berkembang, maka hal itu tidak ada kaitan atau relevansi terhadap AKPI. “Andaikata pun terdapat hal-hal sebagaimana yang diberitakan, hal tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan, hubungan, maupun relevansi dengan organisasi kami (AKPI),” jelasnya.
Founder Kantor Hukum JD & Partners ini mengimbau, agar semua pihak tidak menyebarluaskan informasi yang dinilai belum terverifikasi tersebut. “Oleh karena itu, kami mengimbau kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menerima maupun menyampaikan informasi kepada publik,” terangnya.
Seperti diketahui, tiga oknum Kurator ditangkap Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Mereka diamankan setelah diduga melakukan pesta ganja di salah satu hotel bintang lima di kawasan Jalan Embong Malang, pada 30 April 2026.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, ketiga oknum Kurator yang diamankan ialah SH, PG, dan MJ. Dari tangan mereka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa sekitar 5 gram ganja.
Berdasarkan informasi, SH diduga sebagai pengguna, PG disebut sebagai pihak yang menyediakan ganja, sedangkan MJ diduga berperan menyediakan tempat dengan memesan kamar hotel yang digunakan untuk pesta barang haram tersebut.
Setelah diamankan, ketiganya sempat menjalani tes urine. Kemudian meraka dikabarkan dibawa ke rumah rehabilitasi oleh seorang pengacara perempuan.
Salah satu sumber menyebut, penangkapan terjadi bertepatan dengan kegiatan Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) yang saat itu menggelar sebuah acara di hotel bintang lima Surabaya.
“Hari ini merupakan hari terakhir kegiatan asosiasi itu,” tegas sumber yang enggan disebutkan namanya, Minggu (3/5/2026).
Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama ketika dikonfirmasi via Whatsapp, belum memberikan tanggapan.
Sedangkan Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto pada sejumlah awak media membenarkan adanya penangkapan tiga orang tersebut dan telah dilakukan test urine.
“Benar Sat Resnarkoba telah mengamankan tiga orang tersebut, namun setelah dilakukan test urine hasilnya negatif, makasih proses tidak bisa di lanjutkan,” tambah Hadi. (red)

