JatimTerkini.com
GresikHeadline JTJatimTerkini

Ditutup 2 Menteri Secara Daring, Posko Pengamanan Lebaran KSOP Gresik Berakhir

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menko Bidang Insfrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr Agus Harimurti Yudhoyono MSC MPA MA menutup Posko Lebaran 2025. Foto: ist

Gresik-JATIMTERKINI.COM: Posko pengamanan angkutan lebaran KSOP Gresik ditutup oleh dua menteri. Yakni, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Koordinator Bidang Insfrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Dr Agus Harimurti Yudhoyono MSC MPA MA, pada Sabtu (12/4/2025).

Penutupan secara daring tersebut juga dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan Komje Pol (Purn) Drs Suntana MSi. Tampak juga sejumlah kementerian/lembaga/instansi terkait dan para Kepala UPT Kementerian Perhubungan se Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Gresik dihadiri oleh KSOP Kelas II Gresik, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, KSOP Kelas II Tanjung Pakis, Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak, GM Pelindo (Persero) Cabang Gresik, Kapolsek KPPP, Kaposkamladu Gresik bersama Petugas Posko Angkutan Lebaran 2025.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, bahwa berdasarkan pemetaan pergerakan masyarakat yang dilakukan melalui mobile positioning data (MPD) operator seluler, terpantau jumlah total pergerakan yang terjadi secara nasional pada Angkutan Lebaran 2025 dari tanggal 21 Maret-11 April sekitar 358.211.415 orang. Sedangkan jumlah orang yang melakukan perjalanan atau mobilitas intra dan antar provinsi se-Indonesia sekitar 154.623.632 orang.

Sehingga, kata Dudy, realisasi orang yang berpergian pada Lebaran 2025 lebih besar 5,6% dari hasil survey potensi pergerakan Angkutan Lebaran 2025 yaitu 146,67 juta orang, dan turun 4,69% dari realisasi angkutan lebaran tahun 2024 yaitu sebesar 162,2 juta orang.

Pada Posko Angleb 2025, dikatakan Dudy, untuk angkutan moda Laut sebanyak 2.248.646 penumpang. Trend ini mengalami kenaikan 21,19% dari 2024 lalu, yaitu 1.855.544 penumpang. Sehingga, Kementerian Perhubungan bersama stakeholder terkait telah mengeluarkan beberapa kebijakan pengaturan transportasi selama angkutan Lebaran 2025. Diantaranya, menginisiasi pemberlakuan FWA (Flexible Working Arrangement) atau pembatasan angkutan logistik (3 sumbu ke atas). Selain itu, bersama Korlantas Polri juga menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas, penurunan harga tiket pesawat ekonomi domestik, penurunan/pemberian diskon tarif Tol, penerapan delaying system untuk mengurai kemacetan, utamanya di Merak dan Bakauheni. Juga, melaksanakan program mudik gratis secara terintegrasi (melalui Nusantara Hub).

Kepala KSOP Kelas II Gresik, Hotman Siagian menyatakan, bahwa posko telah resmi ditutup. Ia mengungkap, jika pelayanan posko telah berhasil dengan optimal memberikan pelayanan prima serta humanis, sesuai arahan Kementerian Perhubungan maupun Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

“Melalui sinergitas dan kolaborasi serta humanis dari para petugas Posko dari Instansi terkait di lapangan, maka keberhasilan dapat dicapai di Posko Angkutan Laut Lebaran 2025. Sehingga penumpang terlayani dengan rasa nyaman, kegiatan posko berjalan dengan lancar dengan hasil yang optimal,” ujar Hotman.

Sebelumnya, Hotman selalu menekankan kepada petugas posko, pentingngya sinergitas, humanis, bekerja dengan hati dan menjaga kesehatan tubuh agar dapat memberikan pelayanan prima dan yang terbaik kepada masyarakat yang sedang mudik lebaran di Pulau Bawean dan Gresik. “Selama penyelenggaraan Posko, bahwa para petugas Posko melaksanakan tugas dan pengawasan di Terminal Penumpang, Dermaga, patroli rutin di perairan guna memberikan rasa aman dan nyaman serta meningkatkan pelayanan prima yang optimal kepada masyarakat yang sedang melaksanakan mudik. Agar para pemudik selamat hingga tiba di tempat tujuan,” terangnya.

Selain itu, Hotman juga mengapresiasi kepada semua pihak atas pelayanan prima yang telah ikut menyukseskan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2025. Dalam kesempatan itu diberikan juga Sertifikat Piagam Penghargaan oleh Kepala KSOP Kelas II Gresik Hotman Siagian bersama Ketua Posko Devry Andrey kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Kepala KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Kepala PLP Kelas II Tanjung Perak, Kapolsek KPPP Gresik, Kasatpol Air Polres Gresik, Kaposkamladu Gresik, BMKG Jawa Timur, GM PT Pelindo Cabang Gresik, RS Petro Kimia Gresik, Operator Kapal Penumpang, para asosiasi, serta seluruh petugas posko dari instansi terkait lainnya. “Pelaksanaan Posko telah berjalan dengan kondusif dan bersinergi serta petugas selalu melayani dengan hati dan humanis. Sehingga mudik dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar,” paparnya.

General Manager PT Pelindo (Persero) Cabang Gresik, Sutopo, menyatakan jika beberapa survey yang dilakukan Pelindo kepada para penumpang bahwa pelayanan di Pelabuhan Gresik sangat lancar, aman dan nyaman. Dengan fasilitas yang sangat layak dan memadai, memenuhi syarat dan tidak adanya keluhan dari masyarakat.

“Kami juga mengapresiasi kepada Kepala KSOP Kelas II Gresik dan jajaran yang telah melaksanakan rapat persiapan Posko bersama untuk menyiapkan Posko dari jauh hari sebelum penyelenggaraan Posko. Kami juga ikut terjun langsung bertugas di Posko bersama Kepala KSOP Kelas II Gresik, Ketua Posko, Kapolsek KPPP dan melihat langsung secara nyata bahwa kolaborasi petugas Posko dari instansi terkait dapat terwujud untuk memberikan pelayanan prima,” tandasnya.

Wakil Ketua DPC Pelra Gresik H Abdul Rozak sangat mengapresiasi atas keberhasilan Posko serta mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setingi tingginya kepada KSOP Kelas II Gresik dan para stakeholder. “Dengan penuh tekad dan semangat untuk bekerja ikhlas dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang merayakan libur lebaran dan pulang kampung di Kabupaten Gresik, khususnya di Pulau Bawean,” tambah Ketua Gresik Maritim Family ini. (Rud)