
Jakarta-JATIMTERKINI.COM: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi kunci program strategis nasional (PSN) percepatan pencapaian swasembada gula nasional.
Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan target swasembada gula nasional diharapkan mampu direalisasikan dalam waktu empat tahun mendatang atau di tahun 2029.
Untuk itu, Kementan berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dalam upaya meningkatkan produksi gula nasional. Melalui penguatan program tebu berskala besar, Jatim diproyeksikan menjadi daerah kunci dalam percepatan swasembada gula Indonesia.
“Produksi padi di sini (Jawa Timur) nomor satu di Indonesia. Jagung juga nomor satu. Daging, telur, gula, semuanya terdepan, jadi kita akan support,” ujar Mentan Amran usai melakukan audiensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim di Jakarta.
Mentan Amran menegaskan, Jatim memiliki peran strategis sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional, termasuk dalam komoditas tebu dan gula. Kementan memprioritaskan dukungan penuh untuk pengembangan tebu sebagai komoditas pengungkit swasembada gula.
“Kami melihat kinerja beliau sangat luar biasa. Karena itu Kementan akan memberikan support penuh, terutama untuk penguatan program tebu nasional,” tambah Amran.
Mentan mengatakan, keberhasilan pengembangan tebu di Jatim akan menjadi penentu utama tercapainya swasembada gula dalam waktu dekat. Provinsi Jatim menyumbang lebih dari 51% produksi gula Indonesia, dengan luas areal tanaman tebu sekitar 245 ribu hektare (ha) yang tersebar di berbagai daerah sentra seperti Malang, Kediri, Magetan, Lumajang, hingga Situbondo.
“Jika program tebu di sini berhasil, itu artinya separuh dari target nasional berhasil. Tahun depan kita targetkan bisa mencapai swasembada gula putih,” kata Amran.
Amran memproyeksikan dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun, Indonesia berpeluang mencapai swasembada gula total, termasuk untuk kebutuhan industri, apabila seluruh pihak menjalankan program secara serius dan terukur.
“Kita harus fokus. Jika semua berjalan sesuai rencana, tiga atau empat tahun ke depan kita akan swasembada gula total. Ini butuh kerja keras bersama,” ujar Amran.
Dia juga memastikan tambahan dukungan berupa penguatan teknologi, irigasi, pembenihan, hingga mekanisasi untuk memastikan produktivitas komoditas unggulan di Jatim terus meningkat. Selain itu, Mentan Amran mengungkapkan kolaborasi pusat dan daerah akan menjadi motor utama transformasi pertanian Indonesia.
“Jatim sudah membuktikan diri sebagai lokomotif pertanian nasional. Pemerintah pusat akan terus mendukung penuh,” kata Amran.
Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penuh pemerintah provinsi untuk mendukung langkah Kementan dalam mempercepat swasembada gula nasional.
“Saya bersama Pak Wagub, Kepala Dinas Peternakan, dan Kepala Dinas Pertanian hari ini memang mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan berbagai hal terkait program strategis nasional,” kata Khofifah.
Dia menyampaikan, Jawa Timur mendapatkan amanah penting dari Mentan Amran untuk mempercepat program bongkar ratoon tebu dalam skala besar. Dalam audiensi tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu dikoordinasikan agar program ini berjalan sukses dan mencapai target yang ditetapkan.
Tidak hanya itu, Khofifah juga menegaskan kesiapan Jatim menjadi garda terdepan dalam menyukseskan target nasional tersebut. Setiap tahun, produksi gula Jatim menembus lebih dari satu juta ton, menjadikan provinsi ini sebagai penopang utama kebutuhan gula nasional sekaligus tulang punggung industri gula rakyat. Meski demikian, di balik capaian yang membanggakan tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan serius yang perlu segera diatasi.
“Kalau tahun ini Pak Mentan berhasil mengantarkan swasembada beras, maka tahun depan sangat mungkin kita mencapai swasembada gula. Jawa Timur siap berada di lini terdepan untuk menyukseskan program nasional ini. Terima kasih Pak Mentan, terima kasih semua pihak,” tutup Khofifah.
Mengutip dari halaman resmi Pemrov Provinsi Jatim pabrik-pabrik gula di Jatim menyumbang 51,87% produksi gula nasional pada 2024. Pada tahun lalu, tebu di Jatim yang digiling di pabrik gula mencapai 16,69 juta ton dari total 238.135,6 hektare (ha) lahan tebu. Dari jumlah tersebut, dihasilkan 1.278.923 ton gula kristal putih dengan rata-rata rendemen 7,58%.
Sementara produksi gula nasional pada 2024 adalah sebanyak 2.465.514 ton. Kebutuhan gula Jatim per tahun mencapai 281.397 ton, sehingga Jatim diklaim mengalami surplus gula sebesar 997.526 ton.
Produktivitas gula di Jatim ditopang oleh 29 pabrik gula yang tersebar di 16 kabupaten/kota, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Malang, Kediri, Madiun, Tulungagung, dan Sidoarjo. Luas area panen tebu pada tahun 2025 ditargetkan meningkat menjadi 252.135 ha, dan jumlah tebu digiling mengalami peningkatan menjadi 18.777.409 ton, dengan rendemen sebesar 7,76%. Produksi gula di Jatim pun ditargetkan tembus di angka 1.457.900 ton.
“Kalau ini berhasil, itu separuh 50 % program tebu Indonesia berhasil. Kami targetkan tahun depan sudah swasembada gula putih,” ujar Amran.
Khofifah menyebut, beberapa hal perlu dikomunikasikan dengan Kementan untuk mencapai swasembada gula. Provinsi yang dia pimpin siap menjadi yang terdepan untuk memenuhi target tersebut. “Jawa Timur siap di lini paling depan untuk mensukseskan program nasional ini,” tambahnya. (ksi)

