
Surabaya-JATIMTERKINI.COM: Sedikitnya 1.790 murid SMK dan alumni dari Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan resmi diberangkatkan untuk magang kerja dan bekerja di luar negeri. Pelepasan yang dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di SMKS Sore Tulungagung itu menjadi sorotan karena menunjukkan tingginya penyerapan lulusan vokasi Jatim di pasar kerja internasional, terutama Jepang dan Korea Selatan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong lulusan SMK menembus pasar kerja global. Langkah itu terlihat saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas 1.790 peserta magang kerja luar negeri dan pekerja migran asal Tulungagung, Trenggalek, serta Pacitan di SMKS Sore Tulungagung.
Angka tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan tenaga kerja. Di tengah ketatnya persaingan kerja dalam negeri, ribuan lulusan SMK Jawa Timur justru berhasil masuk ke industri global yang membutuhkan tenaga terampil dan disiplin tinggi.
Data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mencatat, dari total 1.790 peserta, sebanyak 1.067 merupakan murid kelas XII dan XIII peserta magang kerja luar negeri. Sementara 723 lainnya merupakan alumni SMK yang telah diterima bekerja sebagai pekerja migran di berbagai negara.
Negara tujuan penempatan tersebar di kawasan Asia hingga Eropa. Jepang menjadi tujuan terbesar dengan 1.216 peserta, disusul Korea Selatan sebanyak 460 peserta. Selain itu, lulusan SMK Jatim juga diterima bekerja di Jerman, Taiwan, Australia, Malaysia, Singapura, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bulgaria hingga Thailand.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa kebutuhan tenaga kerja vokasi asal Indonesia masih sangat tinggi di pasar global. Di sisi lain, peluang tersebut menjadi jalan keluar bagi banyak keluarga di daerah yang berharap peningkatan ekonomi lewat pekerjaan formal di luar negeri.
“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah.

