Surabaya, jatimterkini – Presiden RI, Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026 dinilai merupakan sejarah bagi gerakan buruh Indonesia dan Museum Marsinah serta Rumah Singgah ini termasuk sebagai museum 8 besar dunia Pekerja-Buruh.
Usman, SE SH, Ketua Federasi Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi (FSP NIBA) KSPSI Kota Surabaya, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian dan peresmian ini.
”Ini adalah pengakuan dunia terhadap sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Masuknya Museum Ibu Marsinah dalam urutan ke-8 museum buruh sedunia merupakan bukti bahwa keringat, air mata, dan perjuangan hak-hak pekerja-buruh di Indonesia memiliki tempat terhormat di mata internasional,” ujar Usman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5).
Menurut Usman, peresmian museum serta rumah singgah ini menempatkan sebagai museum pahlawan buruh Indonesia tersebut ke dalam jajaran elite internasional.
“Berdasarkan rilis dari sejumlah media mengenai daftar destinasi museum buruh di seluruh dunia, Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk secara mengejutkan menempati peringkat ke-8 di dunia sebagai situs napak tilas perjuangan para pekerja-buruh,” ulasnya.
Usman menambahkan bahwa kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto langsung di Nganjuk untuk meresmikan museum ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menghargai sejarah perjuangan kaum pekerja-buruh.
Tak hanya itu, Usman juga menegaskan bahwa museum Marsinah serta rumah singgah yang diresmikan Presiden RI ini merupakan napak tilas perjuangan dan simbol mebanggaan pekerja-buruh.
”Museum Ibu Marsinah tidak hanya sekadar bangunan fisik, melainkan simbol perlawanan, keadilan, dan martabat pekerja-buruh yang tidak boleh dilupakan oleh generasi masa kini dan masa depan,” ungkapnya.
Usman mengajak seluruh elemen pekerja-buruh di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, untuk menjaga, merawat, dan mengunjungi museum ini antara lain Pertama, Edukasi Sejarah : Menjadi pusat literasi bagi generasi muda tentang sejarah gerakan buruh di Indonesia.
Kedua, Destinasi Global : Menyejajarkan perjuangan buruh lokal dengan gerakan buruh internasional lainnya di dunia.
Ketiga, Sinergi Pekerja : Menjadi pemantik semangat bagi serikat pekerja-buruh untuk terus berjuang demi kesejahteraan yang berkeadilan.
”Kita sebagai pekerja-buruh wajib bangga, Kami berharap museum ini menjadi pengingat bagi kita semua, baik pekerja-buruh, pengusaha, maupun pemerintah, untuk selalu mengedepankan hak-hak kemanusiaan dan keadilan sosial,” pungkas Usman.
Sekadar diketahui, 8 museum pekerja-buruh yang diakui dunia internasional antara lain:
1. Museum of Work and Culture, Amerika Serikat;
2. The Finnish Labour Museum Werstas, Finlandia;
3. People’s History Museum, Inggris
4. Labour Museum, Norwegia;
5. Kaohsiung Museum of Labor, Taiwan;
6. American Labor Museum, Amerika Serikat;
7. Thai Labour Museum, Thailand; (IDN Times, 01 Mei 2019, 10.47, 7 (Tujuh) Museum Buruh di Seluruh Dunia, Napak Tilas Perjuangan Para Pekerja)
8. Museum Marsinah & Rumah Singgah, Indonesia.

