JatimTerkini.com
Sidoarjo

Dugaan Pungli Hantui Program PTSL, Kades Sidodadi Tegas Membantah

jatimterkini.com – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Sidodadi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, menjadi sorotan setelah muncul video viral yang berisi ancaman akan membongkar dugaan penyimpangan dalam pelaksanaannya. Meski Kepala Desa Sidodadi, Hj. Muda’ah, mengklaim program ini telah berjalan sesuai prosedur dan sukses 100%, isu pungutan liar (pungli) dan penyimpangan lainnya tetap mencuat.

Menanggapi video viral tersebut, Kades Muda’ah menegaskan bahwa program PTSL di desanya telah selesai 100% dengan total 1.658 kuota. Ia juga membantah dengan tegas tudingan adanya pungli dalam pelaksanaan program ini.

“Pada intinya, PTSL di Sidodadi sudah selesai 100%, warga sangat bersyukur sudah punya surat sertifikat dan Alhamdulillah aman,” ujar Muda’ah.

Muda’ah menjelaskan bahwa prosedur pendaftaran PTSL di Desa Sidodadi telah mengikuti arahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Untuk mengikuti program ini, warga harus melengkapi dokumen seperti KTP, KK, surat tanah yang dimiliki, dan SPPT PBB. Biaya yang dikenakan sebesar Rp 150.000 dan penerbitan sertifikat membutuhkan waktu kurang lebih 8 bulan.

Terkait isu pungli yang beredar, Muda’ah dengan tegas membantahnya. Ia menyatakan bahwa pihaknya selalu mengikuti arahan dari BPN dan menjalankan program sesuai prosedur yang ada.

“Pungutan liar tidak ada, karena saya mengikuti arahan dari BPN dan menjalankan sesuai prosedur yang ada,” tegasnya.

Muda’ah juga menambahkan bahwa selama ini tidak ada warga yang melapor atau mempermasalahkan proses pengurusan sertifikat tanah ini. Ia berjanji akan bertindak tegas jika ada laporan terkait pungli.

Proses PTSL di Desa Sidodadi juga mendapatkan pengawasan ketat dari berbagai pihak, termasuk Kejaksaan, Polri, dan BPN. Pemerintah Desa Sidodadi juga selalu mengawasi dan menghimbau panitia maupun pemohon agar melaksanakan program sesuai aturan yang ada.

“Alhamdulillah selama proses tidak ada kendala dan juga berjalan dengan tertib dan aman,” pungkasnya.

Meskipun Kades Muda’ah telah membantah isu pungli dan mengklaim program PTSL di Sidodadi berjalan sukses, kontroversi ini tetap perlu diselidiki lebih lanjut. Video viral yang beredar menjadi bukti adanya keresahan di masyarakat terkait pelaksanaan program ini.

Penting bagi pihak terkait untuk melakukan investigasi yang transparan dan akuntabel untuk mengungkap kebenaran di balik isu ini. Jika terbukti ada penyimpangan, tindakan tegas harus diambil untuk menindak pelaku dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap program PTSL.