
Gresik-JATIMTERKINI.COM: Untuk menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan penumpang pengguna transportasi laut menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru 2025), KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Kelas II Gresik mendirikan Posko Pemantau Pengamanan. Posko tersebut beroperasi secara resmi pada Rabu (18/12/2024) hingga Rabu (8/1/2025) di Pelabuhan Gresik.
Posko Nataru KSOP Gresik ini terletak di tengah-tengah Pelabuhan Kedatangan dan Keberangkatan. Sehingga akan efektif dalam melakukan pengawasan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat penggunaan moda transportasi laut.
Beroperasinya Posko Pengamanan ini ditandai dengan Apel Siaga bersama sejumlah intansi, lembaga hingga perusahaan BUMD/BUMN pada Selasa (17/12/2024). Tampak hadir dalam apel tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah XI Provinsi Jawa Timur, Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur, Kepala KSOP Kelas III Tanjung Pakis, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak, Direktur Poltekpel Surabaya, Kepala BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Kasatpol Air Polres Gresik, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gresik, Kaposkamladu Gresik, Danramil Gresik, Kepala Puskesmas Alun-Alun Kabupaten Gresik, Branch Manager PT. Pelindo Multi Terminal Gresik, Pimpinan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya, Pimpinan PT. Sakti Inti Makmur, Ketua DPC INSA Gresik, Ketua DPC ISAA Gresik, Ketua DPC ALFI/ILFA Gresik, Ketua DPC APBMI Gresik, Ketua DPC PELRA Gresik, Ketua Koperasi TKBM Gresik, Ketua Saka Bahari Gresik, Pimpinan BUP PT. Siam Maspion Terminal, Pimpinan BUP PT. Berlian Manyar Sejahtera, Pimpinan TUKS PT. Wilmar Nabati Indonesia, Pimpinan TUKS PT. Semen Indonesia, Pimpinan TUKS PT. Petrokimia Gresik, Pimpinan TUKS PT. Karya Indah Alam Sejahtera, Pimpinan PT. Pertamina Patra Niaga Gresik, Pimpinan PT. Gresik Jasatama, Pimpinan PT. Laban Raya, Pimpinan PT. Mega Surya Mas, Executive Direktur 3 PT. Pelindo (Persero), Direktur Utama Rumah Sakit Petrokimia Gresik, Direktur Utama PT. APBS Surabaya dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Bawean.
Dalam sambutannya, Dirjen Perhubungan Laut, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi MSc mengatakan, bahwa Posko Pemantauan dan Pengawasan Nataru sangat dibutuhkan. Pasalnya, diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang hingga 33% di tahun ini, dengan kisaran 2,3 juta penumpang.
“Liburan Natal dan Tahun Baru selalu
menjadi momen penting bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan, baik untuk berkumpul bersama keluarga maupun berlibur. Tiap tahunnya, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi laut mengalami peningkatan signifikan,” ujar Antoni.
Sebagai moda transportasi yang menjadi pilihan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, kata Antoni, transportasi laut menjadi salah satu solusi penting. “Namun demikian, kita harus menyadari bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama yang harus kita jaga,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Antoni, untuk memastikan angkutan laut menjelang Natal dan Tahun Baru berjalan aman, nyaman dan lancar, dia memastikan semuanya telah berjalan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). “Seluruh Kepala Kantor KSOP dan UPP telah diinstruksikan untuk melaksanakan uji kelaiklautan kapal dan memastikan seluruh armada dalam kondisi siap beroperasi. Pemeriksaan ini mencakup standar
keselamatan, kapasitas penumpang dan ketersediaan alat-alat keselamatan,” tegas dia.
Dikatakan Antoni, sesuai Instruksi Dirjen No: IR-DJPL 8 Tahun 2024, Posko Pemantauan Angkutan Laut Nataru akan beroperasi di 264 titik se Indonesia.Dengan melibatkan instansi terkait. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat informasi, monitoring, dan penanganan cepat jika terjadi insiden transportasi laut.
“Pada titik-titik dengan lonjakan penumpang tinggi, saya harap para kepala UPT sudah melakukan penyesuaian jadwal dan rute kapal untuk menghindari penumpukan. Selain itu, informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal harus selalu diperbarui melalui
media informasi resmi maupun media sosial. Termasuk, fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, toilet, area informasi dan jalur evakuasi, harus dipastikan dalam kondisi baik
dan ramah bagi semua kalangan, di antaranya bagi penyandang disabilitas,” terang Antoni.
Selain memonitoring cuaca dari BMKG, dia meminta Kantor KSOP menyiapkan Kapal Patroli KPLP dan Kapal Navigasi. Juga, mengoptimalkan MCC Mini di setiap UPT untuk identifikasi near-miss dan pelanggaran keselamatan menggunakan i-Motion dan CCTV, khususnya saat embarkasi dan disembarkasi.
“Kami juga meminta masyarakat untuk membeli tiket resmi secara online. Dan selalu utamakan keselamatan saat berlayar
melalui berbagai media publikasi, seperti media sosial, spanduk, baliho, dan platform lainnya,” tambahnya. (Rud)

