13 Ketua DPAC Demokrat Surabaya Bantah Keluar

oleh -8 Dilihat

 

(Jatimterkini) l SURABAYA – Sebanyak enam Ketua DPAC dari 13 DPAC Partai Demokrat se Surabaya yang menyatakan mengundurkan diri sebagai pengurus DPAC bertemu dengan Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Reno Zulkarnaen di kantor DPD Partai Demokrat Jatim Jl Kertajaya Surabaya, Rabu (3/7).  Keenam Ketua DPAC tersebut adalah Suparjan Tenggilis, Mustakin Kenjeran, Samsul Arifin Wonokromo, Siti Badriyah Dukuh Pakis, Endang Mujiati Gayungan, dan Lusiati Lakarsantri.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai dan komunikatif itu Sekretaris DPD Demokrat Jatim didampingi oleh Sekretaris BPOKK Saifuddin. Para Ketua DPAC ini menyatakan tetap setia pada Demokrat dan siap menaikkan kursi Demokrat Surabaya menjadi 12 kursi.

“Kami berterimakasih atas undangan ngobrol ini dan senang karena kami merasa dihargai,” ungkap Ketua DPAC kecamatan Tenggilis, Suparjan.

Pria yang akrab disapa Cak Su ini mengatakan mengatakan pihaknya memang mundur sebagai pengurus namun tetap ada pada Partai Demokrat. Bahkan ia mengaku siap membesarkan Partai Demokrat di Surabaya.

“Kami tetap semangat untuk membantu Surabaya menambah kursi dari 4 menjadi 12 kursi,” katanya.

Senada Samsul Arifin dari Wonokromo mengatakan kesetiannya kepada Demokrat meski dirinya tidak lagi menjadi pengurus DPAC,

“Kami tetap solid tetap setia ada di Demokrat. Apapun kami mau menjadi pengurus atau tidak kami tetap berjuang untuk Demokrat,” ungkapnya.

Ini juga dikuatkan Siti Badriyah dari Dukuh Pakis, yang siap berjuang untuk Demokrat dibawah kepemimpinan Emil Dardak dan Ketum AHY.

“Kita mundur dari Pengurus DPAC tapi bukan berarti kami mundur dari Demokrat, kami tetap akan maju satu untuk Demokrat, mendukung kepemimpinan Pak Emil dan Pak AHY makin maju kedepannya,” tegasnya.

Sedangkan Ketua DPAC Kenjeran, Mustakim mengatakan darah biru Demokrat sudah mengalir dalam dirinya. Meski saat ini sudah mundur sebagai pengurus DPAC Demokrat, namun perjuangannya tetap untuk Demokrat.

“Ini bukan mundur dari Partai lho, memang saya gak berkenan kalau ditunjuk jadi Pengurus DPC (Surabaya) namun jika DPD memberi wadah kami siap kapan saja,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris DPD Demokrat Jatim Reno Zulkarnaen mengaku senang sudah mendengar keluhan dan harapan para kadernya di tingkat Kecamatan ini. Pria yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini mengatakan bahwa semuanya sudah terang, bahwa mereka tetap ada di Demokrat.

“Alhamdulillah pertemuan ini bisa meluruskan bahwa mereka itu memang mundur sebagai pengurus, tapi tetap ada di Demokrat. Tidak seperti kabar yang sliweran bahwa mereka keluar dari Demokrat. Tidak ya, mereka masih setia pada Demokrat. Semua tetap cinta Demokrat, tetap cinta Mas Emil dan cinta Ketum AHY,” jelasnya.

Reno menambahkan DPD akan memberi wadah untuk mereka. “Insyaalah DPD akan memberi wadah untuk mereka tetap di Demokrat, hanya saja harapannya apa ya mereka biarkan berembug mau berada di kepengurusan dimana. Cuma urusan kepengurusan Partai ya tentu berjenjang ya. Apa yang terjadi kemarin itu miskomunikasi, Alhamdulillah ini sudah bisa cairkan dengan ngobrol secara seduluran di DPD,” pungkasnya.(st-12)