
Surabaya-JATIMTERKINI.COM: Fakultas Teknik Desain Komunikasi Visual Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas menyelenggarakan Pameran Karya Tugas Akhir dengan tema ISHVARI “ di CO2 Library, pada 17-18 Januari 2026. Acara dibuka oleh Miftahul Adi Suminto, S.Sn., M.Med.Kom, salah satu Dosen Pembimbing dan disaksikan oleh segenap civitas akademika serta terbuka umum.
Ishvari mempresentasikan perempuan bukan sebagai objek, melainkan sebagai subjek pencipta yang berpikir, memilih, dan menghadirkan karya secara sadar. Melalui proses refleksi, pengalaman personal, serta keberanian untuk berinovasi, perempuan melahirkan karya-karya yang kontekstual dan relevan dengan zamannya.
Digambarkan Ishvari sebagai sosok perempuan sebagai sumber kekuatan, kesadaran diri, dan kedaulatan. Berakar pada makna penguasa perempuan atau dewi yang dimaknai sebagai entitas yang berdaulat akan tubuh, pikiran, dan ruang hidupnya.
Karya pertama oleh Mei Aulia Putri berupa perancangan buku ilustrasi anak dengan Teknik Scratch & Sniff menggunakan Pendekatan Neoropsikologi Wangi untuk R.A. Kartini merupakan perancangan media literasi anak yang menghadirkan kisah perjuangan R.A. Kartini melalui pengalaman membaca multisensoris.

Buku tersebut memadukan ilustrasi cerita dengan aroma wangi berbasis rempah tradisional yang diaplikasikan menggunakan Teknik Scratch & Sniff sehingga anak tidak hanya membaca dan melihat, tetapi juga merasakan cerita melalui indra penciuman. Pendekatan Neoropsikologis Wangi digunakan untuk membangun emosi, memperkuat ingatan, dan menanamkan kesan mendalam tentang nilai perjuangan serta nama harum R.A. Kartini kepada anak usia sekolah dasar.
Sedangan karya kedua yang digagas oleh Sabina Raniah Yuandi adalah perancangan media pembelajaran sejarah nusantara “Petualangan Damarwulan dan Minakjungga”. Berbasis gamebook dengan teknologi Lenticular bagi siswa sekolah menengah atas. Perancanagan media pembelajaran sejarah yang menggabungkan narasi cerita, mekanisme permaianan, dan visual interaktif. Siswa ditantang terlibat aktif dalam alur cerita melalui pilihan-pilihan yang mempengaruhi operjalanan tokoh. Teknologi Lenticular digunakan untuk menghadirkan visual bergerak dan ilusi kedalaman. Hal tersebut meningkatkan daya tarik dan keterlibatan siswa memahami sejarah nusantara secara lebih imersif dan menyenangkan.
Melalui karya yang dihadirkan, Ishvari menjadi ruang refleksi atas kuasa permpuan dalam menghadapi tradisi, struktur sosial, dan pengalaman personal. Dari proses perenungan, perlawanan, hingga pemaknaan ulang, perempuan menghadirkan karya-karya inovatif mengolah medium, gagasan, dan visual secara berani dan kontekstual. Setiap karya menjadi menjadi wujud keberanian untuk berdiri, memilih, dan menentukan, sekaligus merayakan ekspreasi perempuan sebagai kekuatan kreatif yang hidup, dinamis, dan terus berkembang.
“Sebenarnya acara ini merupakan bagian tugas akhir dari para mahasiswa, dimana tidak hanya skripsi tetapi harus ada suatu karya dalam tugas akhir. Dan ini tugas dari mahasiswa Fakuktas DKV (Desain Komunikasi Visual). Ini karya anak bangsa untuk merawat budhaya. Juga bagian dari sumbangsih mahasiswa UHW Perbanas untuk perempuan-perempuan Indonesia,” ujar Inayah Sri Wardhani, pengurus Yayasan Pendidikan Perbanas Jawa Timur, saat ditemui di lokasi pameran, Sabtu (17/1/2026).
Perempuan yang akrab dipanggil Ines ini berharap, nantinya akan banyak lagi anak-anak muda yang menginspirasi dengan membuat riset tentang sisi-sisi kepahlawanan perempuan, yang tidak hanya RA Kartini. “Banyak pahlawan perempuan lain yang belum anak-anak tahu. Dan kedepan diharapkan juga untuk semakin memperkuat hasil karya maupun riset-riset mereka,” jelasnya.
Sementara, Mei Aulia Putri, perancang buku ilustrasi anak dengan teknik scratch & sniff mengatakan, bahwa karya yang ditampilkan diperuntukan bagi anak-anak kelas 4-6 SD. “Jadi buku saya tidak hanya ilustrasi tetapi ada teknik scratch & sniff. Kalau digosok bukunya dan dicium itu ada bau-nya (aroma). Itu pendekatan psikologi agar multi sensor anak mampu berkembang, karena di kelas 4-6 multi sensornya harus dikembangkan. Biar ada semacam imersif dan merasa terajak dalam cerita buku itu. Harapan saya, buku ini dikenal masyarakat. Kedua, mengenalkan kepahlawanan RA Kartini, sebagai pahlawan perempuan pertama yang bisa memberikan pendidikan pada anak-anak,” terangnya.

Sedangkan pada Minggu (18/1/2026) acara dilanjutkan dengan Workshop Trash Art Toys yang dibawakan oleh Adi Pradana Angga Nandtya. Ia seorang modifikator die cast dan kreator kreatif yang dijuluki pakar trashbashing atau kitbashing. Didampingi Jacob Santosa, sang partner dan pengurus manajemen dalam dunia modifikasi.Toystopia adalah sebuah inisiatif dan ruang kreatif yang dirancang sebagai wadah interaksi bagi seniman mainan, kolektor, dan pencinta mainan di Indonesia. (rud)

