Tanpa Plang Nama, Proyek Box Culvert Jalan AMD Mankul Diprotes Warga

oleh -176 Dilihat
Kolase pondasi warga dan saluran yang membahayakan

Surabaya – Proyek Pembangunan saluran air atau box culvert di Jalan AMD, antara Manukan Kulon dan Manukan Wetan diprotes warga karena dinilai dikerjakan asal-asalan. Ironisnya, proyek miliaran milik pemerintah tersebut tanpa ada plang nama pelaksana kontraktor.

“Ada tiang pondasi rumah warga untuk berdagang itu putus, lalu area jalan depannya masih berlobang akibat galian yang belum dipasangi box culvert tanpa garis keamanan keselamatan. Lha kalau malam kan membahayakan yang melintas” Ujar Taufichur R, Ketua RT.06 RW.10 Manukan Kulon, Jumat, 2/12/2022.

Taufichur, yang biasa disapa Opik ini, menyesalkan tidak ada itikad baik dari kontraktor pelaksana proyek dengan tokoh dan perangkat kampung.

“Kita pernah undang mereka untuk mengetahui sampai mana dan bagaimana progres pengerjaannya, tapi tidak hadir” ungkap pria berkacamata ini.

Menurut Opik, selain pengerjaannya lamban dan tak kunjung rampung, kontraktor pelaksana ini juga mengabaikan keamanan dan keselamatan warga atau pengendara yang melintas. Apalagi lokasi proyek adalah dikawasan fasilitas publik yakni sekolah dan pasar tradisional” beber Opik.

Akses jalan yang berlumpur dan licin

Tak hanya itu, sambungnya, di musim penghujan ini, urukan tanah yang tidak rata berlumpur membahayakan warga atau pengguna jalan yang sedang melintas.

“Tanah liat berlumpur dijalan kan licin, dikhawatirkan warga atau pengendara yang melintas yang beraktifitas tergelincir. Apalagi galian sebagian berlobang tidak dipasangi garis pengaman, kalau malam, jalan sudah licin, musim penghujan ya kan berbahaya” tegasnya.

Belum lagi katanya, penempatan box culvert dan alat berat seolah dibiarkan begitu saja tanpa pertimbangan keamanan keselamatan mulai dari akses jalan raya Manukan Kulon sampai mengarah ke Sekolah dan pasar tradisional Manukan Wetan.

Saluran air atau box culvert

“Disitu kan ada jalan menikung agak keatas, licin berlumpur sedangkan urukan tanah tidak merata pokok e sekedarnya, tidak dirapikan. box culvert juga ditaruh tak beraturan ditambah alat berat, wes malah ruwet” imbuhnya kesal.

Dirinya, pernah mengingatkan kontraktor pelaksannya agar mengerjakan satu titik dulu untuk dirampungkan agar terlihat progresnya secara bertahap, namun diabaikan.

“Tapi malah mengerjakan titik lain. Warga protes mbangun gak rampung-rampung. Apalagi ada yang komplain pondasi rumahnya¬†pedot, ya gini gitu ya gak ditanggapi” pungkasnya.

Dari penelusuran Jatimterkini.com, proyek miliaran yang didanai oleh pemerintah ini miris tidak memasang plang nama kontraktor pelaksananya.

Dari akses jalan raya Manukan Kulon menuju Sekolah Dasar dan Pasar Tradisional hanya diberi ruang jalan sempit licin, itupun berlumpur.

    Urukan tanah di akses jalan AMD

Sedangkan akses jalan dari pertigaan jalan Manukan Kulon kearah arah pasar tradisional Manukan Wetan lebih membahayakan karena tanah liat bercampur air selokan dan hujan menambah licin jika dilalui.

Dimana akses-akses jalan tersebut padat pada pagi hari dimana aktifitas warga yang hendak beraktifitas dari kerja, antar jemput sekolah juga menuju pasar.