
Surabaya-JATIMTERKINI.COM: Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital, nilai-nilai spiritual dan budaya leluhur dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam membangun karakter bangsa.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Penganugerahan Lencana Emas Supranatural dan Diskusi Budaya yang diselenggarakan oleh Yayasan Pasopati Cakra Nusantara di Hotel Sahid Surabaya, Jumat (14/8/2026). Acara yang mengusung semangat “Kembalinya Titisan Leluhur Nusantara” ini dibuka oleh Ki Bagus Mpu Batu, Ketua Yayasan Pasopati Cakra Nusantara.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak tercerabut dari akar budayanya. Warisan leluhur, menurutnya, merupakan sumber kebijaksanaan yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat modern.
Diskusi budaya juga menghadirkan Dr. Jarmani, S.Pd., M.Pd., Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), peneliti seni budaya dan Dewan Kebudayaan Surabaya. Dalam kesempatan tersebut Dr. Jarmani mengajak masyarakat untuk kembali menyalakan “Cahaya Leluhur” melalui penghayatan budaya sebagai sumber nilai, etika, dan kesadaran hidup.
“Leluhur telah mewariskan kekayaan budaya yang sarat makna dan kearifan. Di tengah perubahan zaman, budaya dapat menjadi penuntun agar manusia tidak kehilangan arah, identitas, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Jarmani juga mengajak para tokoh spiritual, budayawan, dan pegiat kearifan lokal untuk lebih aktif memanfaatkan media digital, khususnya platform seperti TikTok, YouTube, Instagram, dan media sosial lainnya. Platform tersebut sebagai sarana pewarisan ilmu leluhur kepada generasi muda.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak seharusnya dijauhi, tetapi perlu dimanfaatkan sebagai jembatan untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur Nusantara kepada generasi yang lahir dan tumbuh di era digital. “Jika dahulu ilmu diwariskan melalui padepokan, sanggar, dan proses nyantrik secara langsung, maka hari ini media sosial dapat menjadi ruang baru untuk menurunkan pengetahuan leluhur. Generasi muda banyak menghabiskan waktunya di dunia digital. Karena itu, para tokoh spiritual perlu hadir di sana dengan konten yang mencerahkan, edukatif, dan membangun karakter,” ungkap Dr. Jarmani.
Ia menilai, bahwa media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk memperkenalkan filosofi hidup Nusantara, sejarah budaya, nilai spiritualitas, hingga berbagai kearifan lokal yang selama ini kurang dikenal oleh generasi muda. Dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai perkembangan zaman, warisan leluhur dapat tetap hidup dan relevan.
Dalan kegiatan ini tampak hadiri pula Prof. Dr. Ir. Pribadiono, M.S., Direktur Eksekutif Quantum HRM Internasional. Dalam paparannya, ia menjelaskan keterkaitan antara spiritualitas dan pendekatan quantum dalam memahami kehidupan manusia. Ia mengungkapkan bahwa kesadaran, energi, niat, dan kualitas batin seseorang memiliki pengaruh terhadap cara manusia membangun hubungan dengan dirinya, sesama, dan lingkungan.
Dikatakan Prof. Pribadiono, perkembangan ilmu pengetahuan modern semakin membuka ruang dialog dengan berbagai nilai spiritual yang telah lama hidup dalam tradisi Nusantara. Perpaduan antara ilmu pengetahuan, budaya, dan spiritualitas diyakini dapat melahirkan manusia yang lebih utuh dan berkesadaran.
Selain diskusi budaya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penganugerahan “Lencana Emas Supranatural” kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki dedikasi dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai spiritual serta kebudayaan Nusantara. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya merawat warisan leluhur di tengah perubahan zaman.

Dan, melalui kegiatan ini Yayasan Pasopati Cakra Nusantara berharap tumbuh gerakan bersama untuk melestarikan budaya dan spiritualitas Nusantara dengan memanfaatkan berbagai ruang, termasuk teknologi digital. Dengan demikian, cahaya pengetahuan leluhur tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga mampu menerangi perjalanan generasi muda menuju masa depan yang berkarakter dan berkepribadian Indonesia.
“Di era digital, tugas kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memastikan cahayanya sampai kepada generasi penerus,” demikian tekad Yayasan Pasopati Nusantara. (red)

