Pupuk Bersubsidi Sering Langka, Petani Banyuwangi Diajak Ikut Program Makmur

oleh -54 Dilihat

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto

Banyuwangi, (jatimterkini.com) – Kelangkaan pupuk subsidi yang kerap dikeluhkan petani ternyata ada solusinya. Program Makmur, inovasi yang digagas PT Pupuk Indonesia. Program ini dinilai mampu menjawab keresahan petani dalam meningkatkan hasil produksi, termasuk kelangkaan pupuk bersubsidi.

Dalam Program Makmur, petani diajak menggunakan pupuk non subsidi. Namun, menggunakan komposisi yang berimbang. Yaitu, 2 kuintal pupuk urea, 3 kuintal pupuk NPK dan 5 kuintal pupuk organik. Perpaduan ini terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 3 ton per hektar. “Program Makmur adalah sebuah jawaban untuk mengatasi kelangkaan pupuk yang setiap tahun terjadi,” kata Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, Jumat (11/2/2022).

Awalnya, Program Makmur PT Pupuk Indonesia bernama Agro Solution. Peluncurannya dilakukan di Banyuwangi. Sebagai wakil rakyat, sekaligus petani, pihaknya memberikan dukungan penuh program ini. Sebab, menjadi solusi mengatasi terbatasnya pupuk bersubsidi.

Pihaknya optimis, jika Program Makmur PT Pupuk Indonesia mendapat dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, akan menjadi solusi untuk kesejahteraan petani.“Jika Pemerintah Pusat mengeluarkan surat keputusan, lalu Gubernur dan Bupati se-Indonesia memberikan dukungan, saya yakin, Program Makmur bukan hanya mensejahterakan petani. Tapi menjadi solusi tepat masalah kelangkaan pupuk subsidi yang terus dialami petani,” tegas Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini.

Sepintas, Program Makmur terlihat kurang memikat petani. Sebab, dengan menggunakan pupuk non subsidi, biayanya akan tinggi. Namun, Program Makmur merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan berbagai kegiatan menguntungkan. Misalnya, lembaga keuangan,teknologi pertanian, agro input, pembeli, dan pemerintah daerah. “ Dalam program ini ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikoordinasikan oleh PT Pupuk Indonesia. Petani bisa mendapatkan kredit hingga Rp 12 juta per hektar,” katanya.

Ada juga asuransi pertanian. Sehingga aman. Lalu, ada pembeli dengan harga terjamin. Pihaknya meyakini Program Makmur bisa terwujud jika seluruh elemen bergerak. Mulai pemerintah hingga kalangan petani. “ Ini program yang luar biasa, menjawab solusi kelangkaan pupuk bersubsidi dan terwujudnya kesejahteraan petani,” tegasnya. (udi)