Ngawi – Kepolisian Resor Ngawi menjadi salah satu tempat Pelatihan Management Training Course Level III bagi sedikitnya 10 orang peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri angkatan ke-67 Tahun 2026. Kamis, (13/8).
Polres Ngawi sengaja dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena situasi dan kondisi kesatuan yang dinilai cocok dan sesuai dengan studi yang sedang digeluti oleh peserta didik Sespimmen Polri.
Pengawas Poklat XVII Serdik Sespimen Polri, Brigjen Pol Dani Kustoni, S.H., S.I.K., M.Hum. saat membuka kegiatan di Mapolres Ngawi menegaskan, pelatihan ini merupakan rangkaian dari studi lingkungan terkait dengan manajemen pembinaan operasional kewilayahan.
Dari pelatihan ini pihaknya berharap peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang manajemen sekaligus menjadi wahana ujian keterampila analisisi, ketepatan pengambilan keputusan dan kemampuan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika permasalahan di lapangan.
“Saya juga berharap, peserta didik nanti bisa mendapat masukan dari semua yang hadiri yang bisa digunakan sebagai bekal peserta didik di lapangan.” Jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widiyatama, S.I.K., M.Si. mengungkapkan kebanggaannya menjadi salah satu lokasi yang dipilih dalam studi Serdik Sespimmen Polri.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Prayoga juga memaparkan tentang situasi dan kondisi Kamtibmas terkini serta kesiapan mengamankan agenda nasional maupun lokal Kabupaten Ngawi.
Selain itu dijelaskan pula bagaimana upaya peningkatan kualitas SDM Polres Ngawi, komunikasi dan koordinasi dengan OPD serta pendekatan terhadap Ormas maupun elemen masyarakat lainnya dalam rangka kewujudkan kondusivitas Kamtibmas.
“Kami siap membantu agar proses studi bisa berjalan lancar. Nanti bisa saling sharing sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh peserta didik.” Uarnya.
Untuk diketahui, Pelatihan Management Training Course Level III Sespimmen Polri ini digelar selama dua hari berturut-turut. Mulai tanggal 13 sampai dengan 14 Agustus 2026.
Pelatihan diisi dengan sejumlah kegiatan studi diantaranya Focus Group Discution (FGD), pendalaman materi dengan responden internal dan eksternal serta peninjauan lapangan di beberapa lokasi.

