
Sidoarjo-JATIMTERKINI.COM: Komite Sie Pendidikan SD Muhammadiyah 2 Krian terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kepedulian sosial melalui pengelolaan dana sedekah dari wali murid yang secara khusus diperuntukkan bagi pembiayaan pendidikan anak-anak asuh dari keluarga kurang mampu.
Program ini menjadi bentuk nyata gotong royong masyarakat dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala biaya.
Komite Sie Pendidikan menyampaikan bahwa pada Tahun Ajaran 2026/2027 telah ditetapkan 10 anak asuh sebagai penerima manfaat program. Yakni, terdiri atas 4 anak yatim dhuafa dan 6 anak dhuafa.
Seluruh dana yang dihimpun berasal dari sedekah sukarela para wali murid yang dikelola secara amanah, transparan, dan disalurkan sepenuhnya untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak asuh. Melalui program ini, para penerima manfaat memperoleh bantuan biaya pendidikan. Sehingga, dapat mengikuti proses belajar dengan lebih tenang dan berkelanjutan.
Ketua Sie Pendidikan, Dian Febri Astuti SE., menyampaikan bahwa program sedekah pendidikan merupakan wujud kepedulian bersama yang menanamkan nilai empati, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial di lingkungan sekolah. Setiap rupiah yang disedekahkan menjadi investasi kemanusiaan untuk menciptakan generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak. Melalui sedekah dari wali murid, kami ingin menghadirkan harapan bagi anak-anak yatim dan dhuafa agar mereka dapat terus bersekolah dan meraih cita-citanya. Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk kasih sayang dan kepedulian seluruh keluarga besar sekolah,” ujarnya.
Ketua Komite SD Muhammadiyah 2 Krian, Fathul Anam juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid yang secara konsisten menyisihkan sebagian rezekinya melalui program sedekah pendidikan. Kepercayaan dan partisipasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan program anak asuh dari tahun ke tahun.
Ia menyatakan, berdasarkan pengelolaan yang telah dijalankan, program sedekah pendidikan ini merupakan satu-satunya program komite sekolah di Sidoarjo yang secara khusus mengelola dana sedekah wali murid untuk pembiayaan pendidikan anak asuh. Hal itu disampaikan berdasarkan data dan pengetahuan internal komite. Karena itu, komite berharap gerakan serupa dapat menginspirasi lebih banyak sekolah untuk membangun solidaritas sosial melalui pendidikan.

Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Komite Sie Pendidikan SD Muhammadiyah 2 Krian optimistis bahwa semakin banyak anak yang dapat terus mengenyam pendidikan dan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami selaku pihak sekolah SD Muhammadiyah 2 Krian sangat berterima kasih dan juga sangat mendukung program Gerakan Orang Tua Asuh untuk terus berkembang dan semoga makin banyak murid yang dapat menerima bantuan pendidikan. Gerakan ini adalah bukti sinergi positif antara orang tua dan sekolah sebagai pilar pendidikan bangsa,” terang Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Krian, Nanang Rouful Akbar S.pd., M.pd., kepada awak media. (**)

