Masuk Level 1, Kunjungan ke Mall di Surabaya Mulai Membaik

oleh -11 Dilihat
Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati (tengah) didampingi Ketua Bidang Kerjasama Pemerintahan DPD APPBI Jatim, Eka Hendrawan, di Surabaya Rabu (10/11). (foto/bambang)

Surabaya, (jatimterkini.com) – Masuk PPKM level 1, Pemkot Surabaya gencar melakukan pemulihan ekonomi. Salah satunya, mulai menggelar kegiatan promosi di mall. Tujuannya, membangkitkan geliat ekonomi.

Geliat mempromosikan mall ini disambut gembira  Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur/Jatim. Pembukaan mall akan membantu pemulihan ekonomi secara masif. Sebab, aktivitas ekonomi tumbuh setelah pandemi.

“Sebenarnya kondisi mal sudah mulai membaik dan okupansinya sudah mencapai 60 persen. Kondiis ini sejak Surabaya memasuki level 1, terutama ketika anak-anak diperbolehkan masuk mal,” kata Ketua Bidang Kerjasama Pemerintahan DPD APPBI Jatim, Eka Hendrawan, Rabu (10/11) siang.

Dijelaskan, salah satu cara membangkitkan perekonomian dengan menggelar Level-1 Calebration. Mall akan memberikan diskon produk hingga 70 persen. “Bagi mereka, ini momentum untuk menaikkan penjualannya, karena selama pandemi penjualannya menurun drastis. Jadi, ini hampir diikuti oleh semua tenant dan hampir semua jenis barang di 27 mal se Surabaya,” tegasnya.

 Pihaknya berharap warga Surabaya dan luar Surabaya memanfaatkan even ini untuk berbelanja maupun berkunjung ke mal. Namun, ia tetap mengingatkan disiplin protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut dia, semua mal di Surabaya itu pasti mematuhi prokes ketat, termasuk cek in menggunakan aplikasi PeduliLindungi. “Jadi, kita gerakkan ekonomi, tapi juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Dibukanya banyak mall dengan berbagai even diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Apalagi, kunjungan ke mall terus membaik. Seiring, gencaranya vaksinasi dan disiplin prokes. “Kita ingin mengajak semua pihak untuk bangkit bersama-sama memulihkan ekonomi Surabaya. Artinya, protokol kesehatan diterapkan dan pergerakan ekonomi terus dijalankan supaya lebih baik lagi ke depannya,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati. (bambang wiliarto)