Level 2 di Jatim Bertambah, Gubernur : Jangan Lengah Prokes

oleh -7 Dilihat
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (foto/ist)

Surabaya, (jatimterkini.com) – Level PPKM di Jawa Timur (Jatim) terus menunjukkan kabar menggembirakan.Jumlah kabupaten/kota yang masuk level 2 bertambah. Dari 10 Kabupaten/kota, naik menjadi 19 kabupaten/kota. Artinya, provinsi di Timur Jawa ini mulai masuk zona aman penyebaran Covid alias zona kuning. Meski terbilang aman, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta warganya tidak lengah protokol kesehatan (prokes). Menggunakan masker, tidak berkerumun tetap menjadi aktivitas wajib.

Bertambahnya level 2 di Jatim, membuat seluruh kabupaten/kota di provinsi ini keluar dari PPKM level 4 dan 3. “ Ini hasil assessment terakhir, 20 September. Jadi, 38 kabupaten/kota di Jatim sudah keluar dari PPKM level 4 dan 3,” kata Khofifah, Rabu (22/9).

Jumlah kabupaten/kota di Jatim yang masuk level 1 diantaranya, Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Pasuruan, Pamekasan, Pacitan, Magetan, Lamongan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, Jember, Gresik, dan Banyuwangi. Sedangkan, level 2, masing-masing Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Blitar, Kab. Bondowoso, Bojonegoro, Blitar, dan Bangkalan. Provinsi Jatim menjadi satu-satunya di Jawa – Bali yang masuk level 1.

“Ini hasil dari ihtiar, sinergi dan do’a kita semua. Provinsi Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang pertama masuk pada level 1 di Jawa – Bali, bahkan di Indonesia,” tegasnya. Meski zona aman, siaga penanganan Covid masih harus berlanjut. Seperti vaksinasi, testing, tracing dan treatment. Tes PCR di Jatim, dalam seminggu tembus hingga 147.912 orang. Ini memenuhi standar yang ditetapkan WHO.

Termasuk, angka keterisian bed ICU Covid di rumah sakit. Jumlahnya ikut turun, mencapai 11,83 persen per minggu. Masih di bawah standar WHO. Khofifah terus mengajak masyarakat tetap waspada dan disiplin prokes. Ini penting, karena kedisiplinan prokes menjadi salah satu kunci melindungi diri dan orang di seketarnya dari penularan Covid-19. (bambang wiliarto)