JatimTerkini.com
Headline JTJakartaNasionalTerkini

F-PKB DPR RI Ingatkan Pembayaran Utang Whoosh Harus Diiringi Penegakan Hukum

Jakarta-JATIMTERKINI.COM: Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (Waketum PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan, utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJCB) atau Kereta Whoosh, jangan hanya dilihat dari kacamata pembiayaan. Aspek hukum yang mengiringi proses pengerjaannya harus jalan.

Ia menilai, langkah pemerintah dalam mencari solusi pembayaran utang Kereta Whoosh, tetap harus diiringi penegakan hukum yang profesional.

Itu disampaikan Cucun menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang siap membayar utang proyek Whoosh.

Cucun menyebut, penyelesaian masalah hukum yang mengiringi proses pengerjaan Kereta Whoosh, tidak boleh terabaikan. Keduanya harus seiring dan sejalan.

“Ya kalau persoalan hukumnya pasti lain ya. Sudah tahu semua kan udah bicara. Urusan bisnis-bisnisnya, urusan hukum, pasti nanti akan berjalan,” kata Cucun kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, DPR akan menjalankan fungsi pengawasan jika terdapat permasalahan hukum dalam proyek tersebut. Pada saat ini, DPR akan meminta klarifikasi dari aparat penegak hukum, jika diperlukan.

“DPR juga kan melihat. Pasti teman-teman DPR kalau menghadapi permasalahan hukum nanti akan bertanya kepada aparat penegak hukum,” ujar Wakil Ketua DPR itu.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan, pemerintah memiliki dana untuk membayar utang proyek Kereta Whoosh. Pemerintah siap menanggung pembiayaan tersebut.

Prabowo menegaskan, cicilan utang senilai Rp1,2 triliun per tahun, dapat segera ditangani. Pemerintah memprioritaskan infrastruktur agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pokoknya nggak ada masalah karena itu kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun.Tetapi manfaatnya, mengurangi kemacetan, mengurangi polusi, mempercepat perjalanan, ini semua harus dihitung, kata Prabowo pada awak media di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat.

Eks Menteri Pertahanan (Menhan) era Jokowi ini, menekankan pentingnya penguasaan teknologi dalam proyek Kereta Whoosh. Sebab, hal ini menjadi simbol kerja sama Indonesia dengan Tiongkok.

“Jadi saya tidak, tetapi saya kira yang penting kita menguasai teknologi. Kita, Kita berada di ujung praktik terbaik. Dan ini ingat ya, ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok (Tiongkok),” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan akan bertanggung jawab atas permasalahan Whoosh. Ia meminta berbagai pihak untuk tidak memperdebatkan hal tersebut lagi.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan sudah meminta keterangan sejumlah pihak dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di lingkungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Tentunya pihak-pihak yang diduga mengetahui konstruksi perkara ini,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Budi menjelaskan KPK melakukan permintaan keterangan terhadap pihak-pihak tersebut agar mendapatkan informasi maupun konfirmasi yang membantu mengungkap perkara tersebut. “Belum ada pihak-pihak yang tidak kooperatif ketika dipanggil untuk dimintai keterangan,” tambahnya. (dks)