Cak Sapari! Legenda Seniman Ludruk Berpulang

oleh -14 Dilihat
Ilustrasi

Surabaya – Para Seniman Ludruk Surabaya sedang berduka, betapa tidak, sang legenda Cak Sapari menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya, Jalan Simo Mulyo Baru Kota Surabaya, Kamis (15/9/2022) subuh, sekitar pukul 04.30 WIB.

Dari keterangan pihak keluarga, Cak Sapari sudah lama terbaring sakit akibat menderita diabetes sekitar lima tahun. Meski berat, seluruh keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergiannya

“Pernah habis dari RS Soewandhie pulang terus dibawa lagi ke RS Dr. Soetomo empat harian baru pulang dirawat di rumah. Kasihan sakit,” ujar Suryaningsih istri Cak Sapari sembari menyeka air matanya.

Hal yang sama juga disampaikan Yuli Widya anak pertama Cak Sapari  sebelum menghembuskan napas terakhirnya pukul 04.30 WIB sang maestro Ludruk itu sudah tidak bisa lagi merespons obrolan sejak Rabu (14/9/2022) sekitar pukul 07.00-08.00 WIB.

Keluarga pun langsung menggelar pengajian bersama untuk mendoakan Cak Sapari hingga detik terakhir hidupnya.

Selama menjalani perawatan di rumah, kata Yuli, ayahnya sudah sangat bergantung pada tabung oksigen untuk bantuan pernapasan, serta alat kesehatan lainnya.

“Tabung oksigen yang besar itu, juga untuk pengecekan saturasi oksigen, dan gula darah itu,” katanya.

Sekadar diketahui, Cak Sapari sang Legenda Ludruk Surabaya ini merupakan laki-laki kelahiran 5 Juli 1948 itu tutup usia 74 tahun di rumahnya, Jalan Simo Mulyo Baru Kota Surabaya, dengan meninggalkan 5 anak dan 15 cucu.