Berolahraga Harus Disesuaikan dengan Usia

oleh -12 Dilihat

Surabaya, JatimTerkini–Salah satu kunci utama agar tubuh tetap sehat dan bugar adalah dengan berolahraga secara rutin. Banyak pilihan dalam berolahraga, akantetapi tidak semua olah raga dapat memberikan kesehatan dan kebugaran bagi seseorang.

Dokter Spesialis Bedah Orthopedi Siloam Hospitals Surabaya, dr. Teddy Hari Wardhana SpOT mengatakan, ketika seseorang berolahraga, ada empat unsur yang harus diperhatikan, yaitu tingkatan atau ukuran berolahraga (intensitas), beban latihan (training load) , gerakan tubuh (biomekanik) dan nutrisi. Untuk itu menurutnya, keempat unsur ini harus disesuaikan dengan usia.

Dikatakannya, dalam berolahraga, seyogyanya dimonitor dengan targeted heart rate yang merupakan rekomendasi yang dikeluarkan oleh The American Heart Association. Bahwasannya berolahraga insensitas moderate atau sedang mencapai 50 hingga 70 persen dari heart rate. Sedangkan olahraga intensitas kuat seperti bagi olahragawan atau atlet, yang baik di jarak  70 hingga 85 persen heart rate.

‘’Sejumlah unsur ini pun harus disesuaikan dengan usia yang berkorelasi pada pola makan,’’ ujarnya Teddy melalui webinar edukasi yang digelar oleh Siloam Hospitals Surabaya beberapa waktu lalu.

Teddy menyarankan, berolahraga  dimulai pada rentang usia 5 hingga usia 17 tahun untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi, metabolisme tubuh, kemampuan otot serta  dapat menjaga dan meningkatkan kualitas tulang. Dicontohkannya, berolahraga fitness atau aerobik. Adapun untuk rentan usia 18 hingga 64 tahun atau dewasa hendaknya mengakumulasikan kegiatan berolahraga minimal 150 menit aerobic yang moderat sampai 300 menit setiap minggu dengan penguatan otot yang  dapat dilakukan dengan melibatkan otot otot besar dalam 2 hari perminggu.

“Sedangkan pada usia 65 tahun keatas, minimal 75 menit per minggu melakukan aerobic ringan dalam durasi 10 menit. Pada kondisi tertentu manula tetap disarankan melakukan aktifitas gerak sesuai rekomendasi dokter,” tuturnya

Lebih lanjut Teddy merekomendasikan agar mengkonsumsi makan bernutrisi. Misalnya bagi yang rutin berolahraga membutuhkan lebih banyak kalori dan makronutrien, untuk menjaga kekuatan dan energi supaya selalu pada tingkat optimal.”Sebaiknya menjaga pola makan dan asupan nutrisi penting diperhatikan menjelang berolahraga pun paska berolahraga. Paling tidak dapat memperkirakan kalori pada setiap asupan makanan yang dikonsumsi dan tentu menjaga kecukupan nutrisi,” ungkapnya. dna