JatimTerkini.com
Headline JTJatimPendidikanSidoarjoSurabayaTerkini

SD Muhammadiyah 2 Krian: Dari Mimbar Cilik, Tumbuh Keberanian Menyampaikan Kebaikan

Para siswa saat mendengarkan kultum dari temannya. (Foto)

Sidoarjo-JATIMTERKINI.COM: Menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Anak juga perlu diberikan ruang untuk berlatih, menyampaikan gagasan dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

Semangat itulah yang diwujudkan oleh SD Muhammadiyah 2 Krian melalui program Mimbar Cilik. Yautu, sebuah program pembiasaan keislaman yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan kultum singkat di hadapan teman-temannya.

Mimbar Cilik ini dilaksanakan secara rutin setiap Kamis setelah Shalat Duhur di masjid sekolah. Dalam kegiatan tersebut, seorang siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan kultum selama kurang lebih tiga menit dengan materi sederhana, yang berkaitan dengan nilai-nilai keislaman dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Silir Ranesti saat tampil di atas mimbar. (Foto:

Program ini berawal dari keinginan sekolah untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada siswa. Mereka tidak hanya menjadi penerima materi keislaman, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan, membagikan dan mengajak teman sebaya untuk melakukan kebaikan.

Konsep Mimbar Cilik sengaja dikemas secara sederhana. Dan disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.

Siswa tidak hanya dituntut menjadi seorang penceramah yang sempurna. Lebih dari itu, mereka diajak untuk belajar berani berbicara di depan umum, menyampaikan pesan Islam, membangun rasa percaya diri serta memberikan teladan melalui tindakan-tindakan sederhana.

Materi yang disampaikan pun dekat dengan kehidupan anak, seperti pentingnya shalat, menghormati orang tua dan guru, berkata jujur, menjaga kebersihan, saling menolong, menghormati teman, serta berbagai bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, mimbar masjid sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter bagi para siswa.

Kegiatan Mimbar Cilik juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya sekolah yang mendorong siswa untuk memiliki keberanian sekaligus kepedulian. Keberanian yang dimaksud bukan sekadar berani tampil, tetapi juga keberanian untuk menyampaikan sesuatu yang baik dan mengajak orang lain melakukan kebaikan.

“Mimbar Cilik ini bukan tentang siapa yang paling pandai berbicara, tetapi tentang belajar berani menyampaikan kebaikan. Dari mimbar yang kecil, kami berharap tumbuh keberanian yang besar: berani berbicara, berani mengajak kepada kebaikan, dan berani menjadi teladan,” ujar Kaur Al Islam SD Muhammadiyah 2 Krian, Khusnul Kotimah, S.Hum., M.Pd.

Menurutnya, pengalaman sederhana ketika seorang anak berdiri di depan teman-temannya untuk menyampaikan kultum dapat menjadi proses pembelajaran yang bermakna. Anak belajar mempersiapkan materi, mengatur cara berbicara, mengatasi rasa gugup, sekaligus memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menyebarkan kebaikan.

Kamis (20/8/2026), merupakan kesempatan murid Kelas 5 SD Muhammadiyah 2 Krian, Silir Ranesti. Ia berkesempatan menjadi Dai Cilik di progam Mimbar Cilik SD Muhammadiyah 2 Krian dengan tema “Berbuat Satu Kebaikan untuk Teman.”

Selain itu, program ini sekaligus memperkuat identitas pendidikan yang dikembangkan SD Muhammadiyah 2 Krian. Yaitu, membangun lingkungan sekolah yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia.

Para siswa mendengar kultum dari temannya. (Ist?

Mimbar Cilik menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan karakter dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, konsisten, dan dekat dengan kehidupan siswa. Dari kesempatan berbicara selama tiga menit, anak belajar tentang tanggung jawab, keberanian, komunikasi, kepedulian, dan keteladanan.

Pada akhirnya, Mimbar Cilik bukan sekadar kegiatan kultum mingguan. Ia menjadi sebuah proses untuk menumbuhkan generasi yang berani menyampaikan kebaikan, mampu menjadi teladan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama**.

Sebab, sebagaimana semangat yang terus dibangun oleh SD Muhammadiyah 2 Krian, sekolah bukan hanya tempat anak menjadi pintar, tetapi juga tempat mereka belajar menjadi pribadi yang baik dan mampu memberikan keteladanan. (red)