Teknologi Buah Naga Banyuwangi Raih Penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik se-Indonesia

oleh -11 Dilihat

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima penghargaan dari Kemenpan RB, Selasa (9/11) siang.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima penghargaan dari Kemenpan RB, Selasa (9/11) siang.

Banyuwangi (jatimterkini.com)- Program inovatif Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga (Puting Si Naga) menyabet penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara virtual, Selasa (9/11) siang.

Bupati Ipuk menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat karena inovasi di sektor pertanian terpilih TOP 45 Inovasi dari 1.619 inovasi yang telah terseleksi ketat dari seluruh Indonesia. “Kami menyampaikan terima kasih pada pemerintah pusat yang memberikan apresiasi pada program peningkatan kapasitas produksi buah naga. Terima kasih juga kepada seluruh petani buah naga yang terus berinovasi dan juga kepada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, tak lupa juga kepada PT. PLN yang mendukung penuh program ini,” kata Bupati Ipuk

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB Diah Natalisa mengatakan kompetisi ini digelar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menumbuhkan budaya inovasi pada sektor pemerintahan. “Ini adalah penghargaan bagi penyelenggara pelayanan publik yang memiliki prestasi di bidang pelayanan publik. Kompetisi yang digelar sejak 2014 tersebut bukan sekadar lomba tahunan untuk mencari pemenang, melainkan membiasakan budaya berinovasi di kalangan birokrasi,” jelas Diah.

Kampung Naga di Banyuwangi yang memikat wisatawan/ist
Kampung Naga di Banyuwangi yang memikat wisatawan/ist

Inovasi Puting Si Naga adalah teknologi tepat guna penggunaan lampu di kebun buah naga pada malam hari, untuk merangsang pembungaan. Berkat inovasi ini, buah naga petani bisa menghasilkan lebih banyak buah. Shingga petani bisa melakukan panen di luar musim atau off season. Saat ini total luasan lahan buah naga Banyuwangi sebanyak 3132 hektar. Dari luasan tersebut, terdapat 2608 hektar yang menggunakan lampu.

Petani buah naga, Edi Purwoko menerangkan, tanpa inovasi ini, buah naga hanya bisa dipanen semusim. Itupun harga di pasaran tidak bersahabat. Hanya Rp 2.000 – Rp 3.000 per kilogram.
“Sekarang dengan adanya inovasi ini perekonomian meningkat. Permintaan buah naga dari luar Banyuwangi luar biasa. Bahkan adanya pandemi tidak berdampak terhadap proses produksi dan permintaan pasar. Pengiriman buah tetap berjalan lancar,” kata Ketua Asosiasi Petani Buah Naga Banyuwangi (Panaba) ini. Pihaknya sampai mempekerjakan tenaga dari luar Banyuwangi selama panen di luar musim. (Budi Wiriyanto/*)