JatimTerkini.com
Headline JTJatimNasionalOlahragaSurabayaTerkini

Targetkan Prestasi dan Regenerasi, Kyokushinkai Surabaya Gelar Pemusatan Latihan Jelang Home Tournamen dan Kejuaraan Antar Dojo Jawa Timur 2026

Pemusatan latihan Kyokushinkai menuju Kejuaraan Antar Dojo se Jawa Timur 2026. (Foto: Ist)

Surabaya-JATIMTERKINI.COM – Menjelang Home Tournament VI se-Surabaya dan Kejuaraan Karate Antar Dojo se-Jawa Timur 2026, Pengurus Kyokushinkai Surabaya mulai menggenjot persiapan ratusan atlet. Pembinaan tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, tetapi juga kematangan mental para karateka.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Mental Karate (PMK) Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, Shihan Hartanto Chandra, saat ditemui di GOR Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (1/10/2026) malam.

Menurut Hartanto, kekuatan fisik menjadi modal utama untuk berlaga di sebuah kejuaraan. Untuk itu, program latihan fisik yang baik dan berkelanjutan menjadi keharusan.

“Selain fisik, pembinaan mental para atlet juga sangat diperlukan. Sehingga akan terbangun mentalitas yang tangguh, apalagi ketika menghadapi kejuaraan, baik tingkat kota/kabupaten, provinsi maupun nasional,” ujar Hartanto.

Ia menjelaskan, ada dua target utama yang diusung pada Home Tournament VI dan Kejuaraan Antar Dojo se-Jawa Timur yang akan digelar di GOR Hayam Wuruk Kodam V Brawijaya pada 6 Desember 2026 mendatang, yakni prestasi dan regenerasi.

Kedua hal itu, kata dia, menjadi fondasi penting dalam perkembangan Kyokushinkai Karate-Do. Dari pembinaan yang konsisten, akan lahir karateka yang handal dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Jadi semua fokus ya. Regenerasi penting karena kita pasti usia bertambah dan regenerasi harus dibentuk. Prestasi juga sama. Kita harus menunjukkan prestasi, terlebih lagi mereka yang menjadi atlet. Harus ditujukan melalui latihan-latihan yang memang disiapkan sebagai atlet,” tegasnya.

Lebih jauh, Hartanto mengungkapkan, Kyokushinkai Karate-Do Indonesia lahir pada 1967 di Kota Batu. Saat ini organisasi tersebut telah berkembang pesat dengan total sekitar 1.500 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Khusus di Surabaya, jumlah anggotanya mencapai 300 orang yang berlatih di sejumlah dojo.

Hartanto menjelaskan, Kyokushinkai merupakan salah satu aliran dalam Karate-Do yang memiliki ciri khas berbeda. Jika aliran lain menggunakan sistem kontrol atau memakai pelindung (protector), Kyokushinkai mengedepankan sistem full body contact.

Atlet putri ketika pelatihan menjelang turnamen. (Foto: Ist)

“Jadi pukul langsung, tendang langsung, tidak memakai protector. Memang ada beberapa karate yang memakai kontrol, jadi nggak boleh kena, sebelum kena ditarik. Ada yang contact tapi pakai protector. Kalau kita full body contact, bedanya di situ. Sistem latihannya juga tentu beda karena sistemnya beda,” tandasnya.

Sementara itu, pelatih dan pembina Kyokushinkai Surabaya, Sensei Arief Sugiarto, menyebutkan bahwa Surabaya menjadi basis terbesar Kyokushinkai di Jawa Timur. Hal itu membuat Surabaya memiliki peran sentral sebagai barometer pembinaan.

“Iya karena di Surabaya ini kan cabang. Kita ini yang terbesar ya dibandingkan dengan kota-kota lain. Jadi mungkin itu yang menjadi salah satu sumber patokan,” kata Arief.

Terkait pembinaan atlet muda, Arief mengatakan program latihan disesuaikan dengan arahan dari pusat serta pemetaan bakat masing-masing karateka.

Pembinaan fisik atlet muda Kyokushinkai Surabaya. (Foto: Ist)

“Jadi itu nanti kita lihat bakat dari masing-masing karateka, terutama anak-anak. Kemudian kita arahkan. Jadi yang lebih suka Kumite ya akan kita arahkan,” ungkapnya.

Arief menambahkan, kehadiran Kyokushinkai di Surabaya mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama di tengah maraknya kasus bullying di sekolah. Banyak orang tua yang kemudian mendaftarkan putra-putrinya untuk berlatih.

“Biasanya setelah anak pertama ikut, ada perkembangan, anak kedua diikutkan juga dan seterusnya. Tapi di sini kita untuk membangun mental generasi bangsa, bagaimana cara menghormati teman dan orang yang lebih tua, bukan untuk sebuah perkelahian,” paparnya.

Tak hanya fokus pada prestasi, Kyokushinkai Surabaya juga aktif dalam kegiatan sosial sebagai wujud pembentukan karakter. Salah satunya melalui bakti sosial ke YPAC Surabaya pada Agustus lalu.

“Ya seperti bakti sosial ke YPAC Surabaya pada bulan Agustus lalu. Itu sebagai perwujudan dari motto kita ya. Jadi adik-adik kita, karateka, harus bisa menghormati masyarakat. Kita hormati mereka yang mempunyai keterbatasan, salah satunya dengan cara mengadakan bakti sosial. Kita hadir bersama mereka,” pungkasnya. (red)