Sebelum PTM, Sekolah di Surabaya Wajib Swab PCR

oleh -13 Dilihat
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (baju batik biru) saat sidak PTM di salah satu SMP di Surabaya. (foto/ist)

Surabaya, (jatimterkini.com) – Persyaratan pembelajaran tatap muka/PTM di Surabaya, Jawa Timur/Jatim dibuat esktra ketat. Setiap sekolah yang akan menggelar PTM wajib memenuhi sejumlah standar. Salah satunya, sudah menggelar swab PCR bagi guru dan siswa.

Ketatnya persyaratan ini membuat 49 sekolah di Surabaya belum bisa menggelar PTM. Selain swab PCR, syarat lainnya, harus mendapatkan persetujuan orang tua. Dan, sekolah sudah menggelar simulasi PTM.

“Ada SOP yang ketat ketika PTM diberlakukan. Ini berdasarkan SKB Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri. Jika belum memenuhi syarat, sekolah dilarang PTM,” kata Plt Kabid Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Tri Aji Nugroho, Rabu (24/11).

Sejumlah sekolah di Surabaya belum menerima hasil swab PCR. Sehingga, belum memiliki standar menjelankan PTM. Begitu juga dengan syarat administrasi. “Ketika mereka sudah menyelesaikan itu (administrasi), kita evaluasi langsung. Kemudian segera kita terbitkan rekom PTM-nya,” kata pejabat yang akrab dipanggil Aji tersebut.

 Salah satu persyaratan yang banyak kurang, diantaranya pernyataan orang tua bersedia mengantar, menjemput dan mengizinkan anaknya mengikuti PTM. “Mereka (sekolah) juga harus mengupload video maupun foto ketika simulasi PTM, karena ada beberapa yang belum mengupload-kan itu,” jelasnya.

Pihaknya berkoordinasi dengan masing-masing sekolah untuk segera merampungkan syarat yang ditentukan. Termasuk, membuat sistem manajemen PTM. Sehingga, sekolah negeri dan swasta segera mendapatkan asesmen.

Data Dispendik Kota Surabaya, dari 250 sekolah SMP negeri dan swasta, sebanyak 105 sekolah belum mengantogi rekomendasi PTM. Dari 105 yang belum mendapatkan rekomendasi itu, ada 39 sekolah yang mengajukan, namun ditolak. Sisanya,  masih belum mengajukan lagi. (bambang wiliarto)