JatimTerkini.com
Headline JTJakartaPemiluPolitikTerkini

Netralitas ASN dipertanyakan, banyak lakukan pelanggaran di Pemilu 2024

Bawaslu sebut ASN lakukan pelanggaran tertinggi kedua di Pemilu 2024. Foto: ist

JATIMTERKINI.COM: Pelanggaran pemilu yang paling masif ternyata netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara). Data KPU (Komisi Pemilihan Umum) menyebutkan, pelanggaran netralitas ASN menjadi kedua terbesar setelah pelanggaran etik penyelenggara pemilu.

“Dari 1.200 lebih penanganan pelanggaran yang ada di Bawaslu, pelanggaran netralitas ASN itu menjadi kedua yang terbesar setelah pelanggaran etik penyelenggara pemilu,” tegas anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Lolly Suhenty.

Dikatakan Lolly, pelanggaran ASN perlu kajian mendalam. Pasalnya, dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Bahkan, kata dia, pelanggaran netralitas ASN bisa terjadi atas inisiatif sendiri atau karena terkondisikan.

Sementara, Partai NasDem yang berada di kubu 01 tengah mengumpulkan berbagai pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Partai besutan Surya Paloh itu bakal menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pasti akan dilakukan (menggugat ke MK),” jelas Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni.

Sahroni menyatakan, gugatan bakal dilayangkan bila pelanggarannya terstruktur, sistematis, dan masif. Data-data pelanggaran dikumpulkan dari berbagai daerah.

“Baru akan dilaporkan dan menggugat apa yang jadi keharusan melalui proses hukum,” papar Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu.

Namun, lanjut Sahroni, pengumpulan data itu tidak dilakukan sendiri. Mereka berkolaborasi dengan pihak terkait, diantaranya Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas Amin).“Jadi gabungan,” kata dia lagi.

Sementara, Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud MD (TPN Ganjar-Mahfud) Andika Perkasa mengungkapkan kemungkinan tentang menggugat kecurangan Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mantan Panglima TNI itu menjelaskan saat ini Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud yang dipimpin advokat Todung Mulya Lubis sedang menghimpun bukti-bukti kecurangan pada Pilpres 2024.

“Sampai dengan beberapa hari lalu, belum lagi yang terjadi pagi tadi, dan yang sekarang sedang berlangsung, ini juga masih ada. Masih kami dalami lagi. Jadi, banyak sekali, ratusan lah,” tambah Andika. (Ruh)