JatimTerkini.com
Headline JTJatimPendidikanSurabayaTerkini

Membangun Ekosistem Seni di Kampus Untuk Menjaga Kreativitas dan Merawat Budaya

Dr. Jarmani saat dialog kebudayaan, puisi dan teater di UWKS. (Foto: Ist)

Surabaya-JATIMTERKINI.COM: Penguatan ekosistem seni dan budaya menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan arus budaya global, diperlukan ruang-ruang kreatif yang mampu menjaga keberlangsungan seni sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa. Atas dasar semangat tersebut, Anggota DPR RI Komisi X, Lita Machfud Arifin, S.H., menyelenggarakan dialog kebudayaan, puisi dan teater sebagai wadah diskusi, refleksi, dan penguatan kesadaran budaya masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Jarmani, S.Pd., M.Pd., Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) sekaligus Dewan Kebudayaan Surabaya sebagai narasumber. Materi yang diusung Dr. Jarmani, yakni “Membangun Ekosistem Seni di Kampus dan Masyarakat: Menjaga Kreativitas, Merawat Budaya, dan Membangun Peradaban.”

Dr. Jarmani menjelaskan, bahwa seni merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Karena seni tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membangun karakter, kepekaan sosial, kreativitas, dan daya kritis.

Namun, ia mengatakan, bahwa keberlangsungan seni sangat ditentukan oleh kuat atau lemahnya ekosistem yang menopang para pelaku budaya.

“Kita tidak cukup hanya menyelenggarakan pertunjukan atau festival. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang memungkinkan seniman, komunitas, kampus, pemerintah, media, dan masyarakat saling terhubung dalam proses yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa kampus memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan, penelitian, dan inovasi budaya. Sementara masyarakat menjadi ruang aktualisasi dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.

Kolaborasi keduanya akan melahirkan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya kreativitas dan pelestarian budaya. Dikatakan Dr. Jarmani, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah semakin berkurangnya ruang apresiasi dan proses pembelajaran seni yang mendalam.

Kemudahan teknologi sering kali mendorong budaya instan, sementara proses kreatif yang membutuhkan ketekunan dan pendalaman nilai semakin ditinggalkan. Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak untuk menghadirkan ruang-ruang seni yang hidup dan mudah diakses masyarakat.

Ia memaparkan, penyelenggaraan dialog kebudayaan menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi budaya, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seni dan kebudayaan. Melalui dukungan berbagai program kebudayaan, diharapkan seni tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan pembangunan peradaban bangsa.

Anggota DPR RI Komisi X, Lita Machfud Arifin, S.H., bersama Dr. Jarmani S.Pd., M.Pd. (Foto: Ist)

Sementara, Lita Machfud Arifin menyatakan, bahwa kebudayaan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Karena budaya merupakan identitas yang membentuk karakter masyarakat.

Oleh sebab itu, dukungan terhadap kegiatan seni, sastra, teater, dan berbagai ekspresi budaya perlu terus diperkuat agar mampu menjangkau masyarakat secara luas.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa masa depan kebudayaan Indonesia tidak hanya bergantung pada para seniman dan budayawan. Tetapi juga pada komitmen seluruh elemen bangsa untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang,” tambahnya. (red)