JatimTerkini.com
Kediri Raya

Tiga Pilar Desa Nglebo Sosialisasi Aturan Hajatan Di Tengah Pandemi Covid 19

Polres Trenggalek – Masyarakat di wilayah Kabupaten Trenggalek untuk saat ini sudah diperbolehkan menggelar suatu hajatan meski masih di tengah pandemi Covid-19. Namun demikian, Pemkab Trenggalek mewajibkan warga yang akan mengelar hajatan untuk dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Guna untuk mensosialisasikan aturan hajatan ditengah pandemi Covid 19, Bhabinkantibmas Desa Nglebo Polsek Suruh Polres Trenggalek Aipda Endro TS bersama dengan Babinsa Desa Nglebo Sertu Purwito serta Kepala Desa Nglebo Supriyanto pada pagi ini mengelar sosialisasi bertempat di rumah Bakri Rt 04 Rw 01 Desa Nglebo Kecamatan Suruh. Senin (31/05)

Dalam kesempatan itu, Bripka Endro TS yang didampingi oleh Sertu Purwito dan Kades Nglebo Supriyanto menyampaikan bahwa untuk mengelar suatu kegiatan hajatan di tengah pandemi Covid 19 ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh warga yang antara lain pelaksanaan hajatan hendaknya mengacu pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Hal utama yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan hajatan adalah memberitahukan rencana acara kepada Satgas Covid-19 di wilayah masing-masing paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan,” jelas Bhabinkantibmas

Masih menurut Bripka Endro TS bahwa panitia atau tuan rumah dari penyelengara hajatan wajib menyediakan tempat untuk cuci tangan di depan pintu kedatangan, memasang media informasi pencegahan dan pengendalian Covid-19 di sekitar pintu masuk (yang mudah terbaca oleh tamu undangan), menyediakan masker untuk antisipasi apabila ada peserta atau tamu yang lupa atau tidak memakai dan atau membawa masker, pintu kedatangan dan pintu kepulangan agar diatur dengan sistem satu arah, pemeriksaan suhu tubuh panitia dan tamu (suhu di atas 37,30 C tidak diperkenankan mengikuti acara), mengatur jarak tamu baik saat antrian masuk maupun di saat acara dengan memberikan kode pembatas maupun penataan tempat duduk sesuai protokol kesehatan, mengatur kapasitas peserta / tamu maksimal 50% dari total kapasitas tempat acara, susunan tempat disesuaikan sehingga mendukung jaga jarak serta meminimalisir terjadinya kerumunan, hindari kontak langsung seperti menyentuh, salaman, berpelukan, cium pipi, dan lain sebagainya dengan orang lain, menyiapkan relawan atau petugas khusus untuk memantau berjalannya acara sesuai dengan protokol Covid-19, yang standby sewaktu-waktu bisa berkomunikasi dengan satgas covid-19 wilayah setempat.

“Peserta atau tamu undangan dalam acara hajatan tersebut wajib mengenakan masker dengan baik dan benar, sebelum masuk ketempat acara atau tempat hajatan wajib mencuci tangan dengan sabun, ketika tamu akan masuk maupun selama jalannya acara agar menghindari kontak antara satu dengan lainnya dan tamu disarankan untuk membawa Handsanitizer dan tisu atau sapu tangan sendiri, menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya, saling mengingatkan untuk menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,” tambah Aipda Endro

“Untuk hiburan yang diijinkan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek adalah tape atau sound sistem sedangkan untuk pentas seni yang diijinkan saat ini hanya organ tunggal atau elektone yang mana jumlah personilnya paling banyak 6 orang serta harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan pentas elektone hanya bisa dipentaskan sampai pukul 17.00 Wib untuk malam hari yang diijinkan yaitu hiburan sound sistem itupun hanya sampai pukul 21.00 Wib,” jelas Bhabinkantibmas Desa Nglebo Polsek Suruh Polres Trenggalek

“Sebelum memainkan pentas seni organ tunggal atau elektone pemohon wajib untuk memperoleh rekomendasi dari Instansi yang membidangi yaitu dinas pariwisata yang selanjutnya mengajukan surat ijin kepada Danposramil Suruh, Kapolsek Suruh Polres Trenggalek dan Camat Suruh untuk dilakukan verifikasi,” Pungkas Aipda Endro TS

Sementara saat dikonfirmasi Bhabinkamtibmas Desa Nglebo Polsek Suruh Polres Trenggalek Aipda Endro TS mengatakan bahwa untuk kegiatan sosial kultural oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek saat ini sudah diperbolehkan, termasuk kegiatan yang ada di tingkat Rt hingga desa serta hajatan pernikahan sudah diperbolehkan namun tetap menerapkan protokol kesehatan

“Kegiatan yang terkecil seperti yasinan dan tahlilan telah dibuka dan bisa dilaksanakan oleh warga namun dengan ketentuan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sedangkan untuk hajatan pernikahan, standar prosedurnya memang cukup panjang. Karena dalam hajatan pernikahan biasanya melibatkan banyak orang,” tutupnya

Sumber : Polres Trenggalek

Related posts

Bhabinkamtibmas Turut Serahkan BLT DD Tahap ke Satu Tahun 2021

Adhis

Jumpai Kerumunan Warga, Ini Tindakan Timgab TNI Polri

Adhis

Kapolres Trenggalek Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian

Adhis