Tanggap !! BPBD Ponorogo Atasi Kekeringan Yang Meluas

Kemarau yang diperkirakan BPBD Ponorogo molor, pasalnya permintaan droping air dari wilayah baru yang mengalami krisis air bersih mulai berdatangan. Untuk permintaan droping air bersih terbaru Desa Munggu, Kecamatan Bungkal. Desa Munggu terdampak kemarau panjang yang mengakibatkan keringnya kantung-kantung mata air.

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Setyo Budiono, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ponorogo

Setyo Budiono, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ponorogo menuturkan untuk Desa Munggu sendiri ini tahun sebelumnya tidak masuk dalam daftar daerah kekeringan. Menurutnya hal tersebut sebagai kode kemarau bakal molor dari waktu yang diprediksi. “Sesuai prediksi BMKG, kemarau tahun ini terjadi hingga akhir September, namun ini sudah memasuki Oktober masih terjadi kemarau dan mengakibatkan kekeringan diwilayah baru,” ungkapnya, Selasa (2/10).

Di desa Munggu sedikitnya ada 55 KK atau 240 warga yang mengalami krisis air bersih, dalam menanggapi hal itu, pihaknya segera mengirim tim survey. Selanjutnya dibangun embung sementara yang terbuat dari terpal. “Ya karena ini merupakan wilayah baru yang mengalami kekeringan jadi belum ada tandon air bersih,” tuturnya.

Budi sapaan akrab Setyo Budiono menjelaskan dari embung yang dibikin sementara itu, pihaknya menjadwalkan droping air 2 tangki yang masing-masing berkapasitas 6.000 liter air bersih. Hal itu untuk mengantisipasi  warga kehabisan stok air bersih. “Kami lakukan upaya penanganan terhadap wilayah baru ini, dan kedepannya kami akan membuat tandon air,” pungkasnya. (Kominfo/fdl)

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Sumber : Pemkab Ponorogo