Sampai Penutupan, Ada 6.336 Pelamar CPNS Ponorogo

JUMLAH pendaftar Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang masuk dan terverifikasi unggahan berkasnya sampai batas akhir pendaftaran atau 15 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB, mencapai 6.336 orang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono mengatakan, data ini didapatkan dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Ponorogo pada akhir batas pendaftaran. “Untuk pelamar Ponorogo yang mendaftar sampai batas akhir itu mencapai 6.336,” ungkap Sekda Agus Pramono, Rabu (17/10/2018).

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Para PNS di lingkungan Pemkab Ponorogo saat mengikuti upacara Hari Jadi Jatim ke-73 beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dari 356 formasi yang ditawarkan, Sekda Agus menyebut ada 16 formasi yang tidak terisi atau tidak ada pendaftaranya. Formasi yang kosong pelamar itu adalah adalah 12 formasi dokter spesialis, 2 formasi untuk penyandang disabilitas untuk jabatan pengelola database, 1 formasi guru kelas cumlaude, 1 formasi dokter umum cumlaude.

Dikatakan Sekda Agus, untuk formasi dokter spesialis terbentur oleh ketentuan usia yang dipersyaratkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Batasnya usia untuk lulusan dokter spesialis adalah 35 tahun, sama dengan formasi S1 lainnya.

“Sementara kebanyakan dokter yang sudah spesialis adalah 36 atau 37 atau lebih sedikit lah. Kami sudah bersurat ke BKN soal ini. Namun belum ada jawaban,” ungkapnya.

Dikatakannya, mungkin pemerintah pusat masih menganggap studi kedokteran sama dengan studi strata 1 atau sarjana lainnya. Di Ponorogo sendiri sebenarnya ada sejumlah dokter spesialis itu ada dan merupakan warga Ponorogo. Namun memang usianya di atas 35 tahun.

Untuk formasi lain disebutnya penuh bahkan cukup banyak. Pelamar cumlaude juga jumlahnya tidak sedikit. Formasi untuk difabel pun juga tidak kosong melompong.

“Setelah ini panitia akan melaksanakan seleksi administratif. Sampai sekitar satu pekan lagi. Yang lolos akan dipanggil untuk mengikuti tes kemampuan dasar (TKD) dengan sistem CAT (Komputer Assisted Test),” ujarnya.

Mereka yang lolos CAT akan mengikuti seleksi kompetensi bidang atau SKB. Peserta SKB ini paling banyak adalah tiga kali jumlah kebutuhan dalam formasi tersebut. “Contohnya, kalau di sebuah formasi ada 7 tenaga yang dibutuhkan, maka 21 pemeroleh nilai tertinggi di atas passing grade (nilai batas kelolosan) akan di-SKB,” jelas Agus. (kominfo/dist)

Kerja Sama & Iklan Hubungi : 081 2310 1890 (HP/WA) Email : redaksi@jatimterkini.com

Sumber : Pemkab Ponorogo