Puluhan Ribu Warga Ramaikan Tabligh Akbar dan Selawat Jaljalut Polres Trenggalek

Polres Trenggalek – Kepolisian Resort trenggalek punya cara tersendri dalam memelihara dan menjaga Kamtibmas di wilayahnya. Salah satu diantaranya adalah menggelar berbagai kegatan yang berbasis religi. Dengan kegiatan tersebut, selain menambah kualitas Imtaq, juga menjadikan Polisi lebih dekat dengan masyarakat.

Bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-73, Polres Trenggalek kembali menggelar Tabligh Akbar bersama masyarakat. Tabligh Akbar ini bukanlah yang pertama kali. Polres Trenggalek secara khusus tercatat sudah beberapa kali menggelar acara serupa dibeberapa lokasi yang berbeda.

Yang menjadikan Tablig Akbar kali ini lebih istimewa adalah dikemas berupa doa bersama sekaligus Selawat Jaljalut. Selain itu, acara yang mengambil tempat di lapangan desa Nglongsor Kecamatan Tugu ini menghadirkan KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro yang sudah dikenal dengan metode ceramah kocak namun mudah dipahami oleh masyarakat luas. Senin (08/07).

Turut hadir dalam Tabligh Akbar tersebut antara lain, Bupati Trenggalek H.M. Nur Arifin, Kapolres AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H., Pejabat utama Polres Trenggalek, Kapolsek jajaran, Muspika Kecamatan Tugu, pimpinan grup Selawat Jaljalut Gus Badarudin Abdullah, Pengasuh Ponpes dan Kepala Desa se-kecamatan Tugu, Ketua perguruan pencak silat serta puluhan ribu masyarakat sekitar.

Dalam acara yang mengambil tema `Mari Bersatu Membangun Indonesia, Kita Semua Bersaudara` tersebut, AKBP Didit BWS kembali mengingatkan kepada masyarakat luas agar cerdas dalam menyikapi perkembangan situasi saat ini. Pihaknya mengajak semua yang hadir untuk tidak mudah terhasut oleh berita-berita atau konten di media sosial yang bertendensi adu domba antar sesama anak bangsa.

“Pemilu sudah selesai, kepada semua elemen masyarakat  jangan mudah terpovokasi oleh berita viral di media sosial yang belum jelas sumber dan kebenarannya” Ujar orang nomor satu di jajaran Polres Trenggalek ini.

“Jika menemukan konten aatau berita yang provokatif yang bisa berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, saya minta melaporkan ke Bhabinkamtibmas, Polsek atau Polres untuk ditindaklanjuti” Imbuhnya.

Sementara itu, KH. Anwar Zahid dalam cemarahnya menekankan tentang keberagaman dan persatuan dalam bingkai NKRI. Perbedaan daerah maupun warna kulit tidak selayaknya menjadikan perpecahan. Semua diperlakukan sama sebagai warga negara yang diikat dengan Bhineka Tunggal Ika.

“Manusia dihadapan Allah SWT sama. Yang membedakan adalah kadar keimanan dan ketaqwaan” Jelas K.H. Anwar Zahid

“Mari kita belajar dari filosopi tangan, walaupun beda nama dan fungsi namun saling mengisi dan menutupi serta melengkapi satu sama lain” Pungkasnya.

Trenggalek

Related Post