Prihatin Banyaknya Korban Meninggal, Emak Emak Gelar Aksi di Kantor KPU Surabaya 

104 views

 

SURABAYA, Jatimterkini.com – Ada kejadian menarik di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Kamis (9/5/2017).

Puluhan massa emak-emak yang tergabung dalam Barisan Perempuan Jawa Timur Simpatik menggelar aksi damai.

Dalam aksinya, secara bergantian mereka menyuarakan tuntutan agar pelaksanaan Sistem Hitung (Situng) KPU dihentikan. Mereka menilai, pertama karena Pemilu 2019 banyak kecurangan dan tidak adil. Tuntutan kedua, meminta paslon 01 didiskualifikasi.

“Situng harus dihentikan, karena tidak adil dan penuh kecurangan,” teriak lelaki yang berorasi.

Massa juga meminta DPR membentuk tim pencari fakta terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia. Mereka menyebut korban yang meninggal jumlahnya tidak sedikit, hingga mencapai 554 orang.

Dengan penjagaan polisi sejumlah perwakilan pendemo berjalan untuk masuk ke kantor KPU meminta berdialog dengan komisioner KPU. Adu mulut sempat terjadi, karena larangan tidak semua boleh masuk.

“Kita harus masuk, bapak tidak boleh menghalangi, tadi kesepakatannya lima orang,” kata Reni Widya Lestari, Wakil Koordinator massa aksi

Namun, setelah di dalam ruangan kantor KPU, tak seorangpun Komisioner KPU Surabaya menemui.

Reni menyebut, aksi para perempuan yang digelar sebagai bentuk keprihatinan Pemilu curang.

“Kami prihatin dengan kondisi Pemilu yang curang dan tidak ada tindak lanjut dari semua kecurangan yang terjadi sistematis itu,” tegasnya.

Selain meminta DPR membentuk Pansus dan Tim Pencari Fakta terkait kecurangan dan banyaknya korban meninggal dunia, juga menyebut Situng KPU membuat kebingungan di masyarakat. (dji/mac)

Posting Terkait