Polres Trenggalek Gelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat 2019 dan Persiapan Pengamanan PHPU

Trenggalek – Selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Polres Trenggalek bersama jajaran telah menggelar Operasi Ketupat Semeru 2019. Operasi yang berlangsung selama 13 hari dalam rangka pengamanan Lebaran tersebut telah di nyatakan selesai terhitung sejak tanggal 10 Juni 2019 yang lalu.

Sebagai bentuk evaluasi, Polres Trenggalek menggelar Apel konsolidasi operasi Ketupat Semeru 2019 sekaligus persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di lapangan apel Mapolres Trenggalek. Kamis (13/02)

Apel konsolidasi diikuti oleh seluruh personel Polres dan perwakilan Polsek jajaran, peleton Kodim 0806 Trenggalek, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Basarnas, BPBD, Senkom, Orari/Rapi dan Pramuka.

Bertindak selaku pimpinan apel adalah Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. bersama Komandan Kodim 0806 Letkol Inf. Dodik Novianto, S.Sos., Perwira Apel dijabat oleh Kabagops AKP Haryanto, S.H. selaku Karendalops. Sedangkan komandan Apel dipercayakan kepada Iptu Panut, S.H.

Dalam sambutan Kapolda Jatim yang dibacakan AKBP Didit menegaskan pelaksanaan operasi ketupat semeru 2019 kali ini dinilai dapat berjalan jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, yang ditandai dengan lancarnya arus mudik dan balik di wilayah Jawa Timur.

Indikator keberhasilan pelaksanaan operasi ketupat semeru 2019 adalah menurunnya angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan baik secara kuantitas maupun kualitas hal ini berdasarkan hasil anev ops ketupat semeru 2019 angka laka lantas menurun sebesar 54 % dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 (tahun 2019 sebanyak 171 kejadian sedangkan 2018 sebanyak 374 kejadian).

“Demikian juga untuk pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan sebesar 22 %, tahun 2019 sebanyak 16.500 pelanggar sedangkan 2018 sebanyak 21.212 pelanggar” Ucap AKBP Didit

Terkait dengan proses PHPU dimana tahapannya akan dimulai pada tanggal 14 sd 28 juni 2019, hal ini penting karena perkembangan sitkamtibmas pasca pelaksanaan pemilu 2019 cukup tinggi bukan hanya di jakarta saja namun berimbas ke provinsi lainnya termasuk Jawa Timur.

Guna mengantisipasi kerawanan, Kapolda Jatim memberikan penekanan diantaranya deteksi dini dan aksi terhadap seluruh potensi gangguan Kamtibmas, mapping dan monitoring potensi gangguan jalannya proses sidang PHPU, jalin sinergitas dengan instansi terkait, TNI, tokoh politik, tokoh pemuda, LSM dan komponen masyarakat lainnya, menjunjung profesionalitas dan proporsionalitas serta memegang teguh komitmen netralitas, penegakan hukum secara tegas, hindari tindakan arogan, bertindak secara responsif, cepat, efektif, dan tegas serta memberdayakan segala sarana dan prasarana yang tersedia,

“Diucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya dari kapolri dan saya selaku Kapolda kepada seluruh personel yang terlibat Operasi Ketupat Semeru 2019 dan instansi terkait atas pelaksanaan tugas sehingga pelaksanaan operasi tersebut dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif” Pungkas AKBP Didit mengakhiri amanat Kapolda Jatim.

Trenggalek

Related Post